MALANG, iNewsMalang.id - Harga daging ayam ras kembali bikin pembeli berpikir ulang. Di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, harganya kini sudah menyentuh Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikannya cukup cepat. Sepekan lalu, pedagang masih menjual ayam di kisaran Rp36 ribu per kilogram. Artinya, dalam waktu sekitar seminggu ada kenaikan Rp4 ribu.
Kondisi itu mulai terasa di lapak pedagang.
Afandi, salah seorang pedagang ayam di Pasar Kepanjen, biasanya mampu menghabiskan sekitar satu kuintal atau 100 kilogram ayam sehari. Setelah harga naik, dagangannya hanya terserap sekitar 80 kilogram.
”Normalnya Rp35 ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Sekarang Rp40 ribu,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Tak hanya harga yang membuat penjualan menyusut. Afandi juga harus bersaing dengan pedagang ayam yang membuka lapak di luar pasar.
Jumlahnya tidak sedikit. Menurut dia, dalam satu ruas jalan saja bisa terdapat enam pedagang ayam. Kondisi tersebut membuat sebagian pembeli memilih tidak masuk ke dalam pasar.
Alhasil, pembeli yang masih datang ke lapaknya kebanyakan pelanggan lama.
Ayam yang dijual Afandi diperoleh dari distributor. Dia tidak mengambil pasokan dari wilayah Tumpang karena terdapat perbedaan harga.
Afandi pun berharap lonjakan harga tidak berlangsung lama. Sebab, harga yang semakin tinggi berpotensi membuat pembeli semakin mengurangi belanja.
Dampaknya sudah dirasakan Puji Rahayu. Warga Kecamatan Kepanjen itu awalnya datang untuk membeli satu kilogram ayam. Namun, melihat harga sudah Rp40 ribu, dia akhirnya hanya membawa pulang setengah kilogram.
Padahal, pekan sebelumnya Puji masih membeli ayam seharga Rp38 ribu per kilogram. Harga tersebut menurutnya sudah tergolong mahal.
”Minggu sebelumnya masih Rp38 ribu. Sekarang malah Rp40 ribu,” ujarnya.
Ayam biasanya dikonsumsi Puji sebagai sumber protein untuk diet. Kebutuhannya sekitar tiga kilogram dalam sepekan.
Namun, dengan harga saat ini, pola belanjanya mulai berubah. Dia memilih mempertimbangkan sumber protein lain yang lebih ramah kantong.
”Kalau mahal begini, cari alternatif protein lain seperti telur yang lebih murah,” katanya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
