get app
inews
Aa Text
Read Next : Stok BBM Aman, Pertamina Minta Masyarakat Tak Panic Buyying Imbas Gejolak di Timteng

Puncak Arus Mudik Diprediksi Hari H Lebaran, Jasamarga Siapkan Skenario Antisipasi kepadatan

Kamis, 12 Maret 2026 | 21:11 WIB
header img
Suasana di jalan GT Singosari Malang

MALANG, iNewsmalang.id - Arus lalu lintas pada beberapa ruas tol di Jawa Timur diprediksi akan terjadi pada hari H Hari Raya Idul Fitri 2026. Sejumlah ruas tol di bawah pengelolaan PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mulai dari ruas tol dalam Kota Surabaya hingga ruas tol ke Malang jadi perhatian.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo mengungkapkan, Gerbang Tol (GT) Warugunung menjadi satu titik tol yang memiliki kepadatan lalu lintas. Pasalnya lokasi ini menjadi jalur penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan silaturahmi saat Lebaran.

“Gerbang Tol Warugunung memang biasanya selalu terjadi kepadatan karena banyak digunakan untuk lalu lintas silaturahmi. Puncaknya kami prediksi terjadi pada hari H Lebaran, 21 Maret,” kata Ria Marlinda, ditemui di Kantor PT Jasamarga Transjawa Tol.

Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan memanfaatkan akses keluar di Gerbang Tol Grati 2 bagi pengguna jalan yang melintas di ruas tol Surabaya–Mojokerto.

Ruas tol arah Sidoarjo - Gempol Pasuruan juga jadi perhatiannya, termasuk di GT Sidoarjo 2 dan GT Kejapanan yang jadi arus pertemuan kendaraan dari barat dan timur di Jawa Timur.

“Kedua gerbang tol ini akan kami lakukan cara bertindak atau rekayasa lalu lintas apabila volume kendaraan sudah cukup tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, dua gerbang tol lain yang juga menjadi perhatian adalah Gerbang Tol Singosari dan Gerbang Tol Pandaan yang berada di ruas Pandaan–Malang. Kedua lokasi ini dinilai memiliki potensi kepadatan karena setelah keluar gerbang tol pengguna jalan langsung bertemu dengan persimpangan lampu lalu lintas.

“Di titik tersebut kami akan berkolaborasi dengan kepolisian untuk memastikan pengaturan traffic light dapat berjalan optimal dan situasional sesuai kondisi di lapangan,” kata Ria.

Dalam evaluasi tingkat kecelakaan di jalan tol, Ria menyebutkan ada dua faktor utama yang memengaruhi, yakni kesiapan sarana dan prasarana serta kondisi pengemudi.

Ia memastikan seluruh sarana dan prasarana di jalan tol telah dipersiapkan dengan baik menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Namun, pengguna jalan juga diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik saat berkendara.

“Yang perlu dihindari adalah berkendara saat sudah berada di titik lelah. Jika sudah lelah, pengguna jalan sebaiknya beristirahat di rest area yang tersedia. Seluruh rest area kami buka 24 jam dan dilengkapi rambu yang jelas,” ujarnya.

Berdasarkan prediksi JTT, peningkatan volume kendaraan signifikan diperkirakan terjadi di Gerbang Tol Kejapanan Utama. Pada puncak arus Lebaran, jumlah kendaraan diprediksi mencapai sekitar 41 ribu kendaraan, atau meningkat 155 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, di Gerbang Tol Warugunung peningkatan kendaraan diperkirakan mencapai 36.675 kendaraan, atau naik sekitar 82 persen dari kondisi normal.

Terkait kebijakan diskon tarif tol hingga 30 persen di sejumlah ruas tol Trans Jawa, Ria menjelaskan kebijakan tersebut tidak diterapkan di ruas tol wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, pemberian diskon tarif merupakan bagian dari strategi manajemen lalu lintas untuk mendistribusikan volume kendaraan selama arus mudik. Namun, karakteristik arus mudik terbesar masih terpusat di wilayah barat Pulau Jawa.

“Karakteristik mudik terbesar memang berada di jalur Cikampek Utama hingga Kalikangkung. Karena itu penerapan diskon tarif difokuskan di area tersebut,” tukasnya.

Editor : Avirista Midaada

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut