get app
inews
Aa Text
Read Next : 226 Calhaj Kota Batu Berangkat ke Asrama Haji Sukolilo, Dilepas Haru di Masjid Sultan Agung

UMKM Jadi Tumpuan, Apindo Jatim Pacu Ekonomi Kota Batu

Rabu, 22 April 2026 | 16:27 WIB
header img
Bazar UMKM Rakerprov Apindo Jatim di Senyum Hotel Kota Batu, dorong usaha naik kelas dan berkembang. Foto: Sholihin/iNews Malang

KOTA BATU, iNews.ID – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kini diarahkan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur menilai, peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi, termasuk di Kota Batu.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Apindo Jatim yang digelar di Senyum World Hotel, Senin (21/4/2026).

Ketua DPP Apindo Jawa Timur, Eddy Widjanarko, menyebut forum tersebut tidak sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi sekaligus perumusan program ke depan.

“Agenda utamanya adalah mengevaluasi program yang sudah berjalan dan merancang langkah berikutnya,” ujar Eddy.

Eddy menjelaskan, pelaksanaan Rakerprov dilakukan secara bergilir di sejumlah daerah agar tiap wilayah dapat menampilkan potensi unggulannya. Setelah sebelumnya digelar di Banyuwangi, tahun ini giliran Kota Batu menjadi tuan rumah.

“Di Banyuwangi ada klaster alpukat dan durian, sementara di Batu kami ingin melihat potensi lain yang bisa dikembangkan,” ucapnya.

Selama ini, Kota Batu dikenal dengan sektor pariwisata serta komoditas apel dan jeruk. Namun, menyusutnya lahan apel dan berkurangnya eksistensi jeruk mendorong perlunya diversifikasi potensi ekonomi.

Eddy menuturkan, saat ini sekitar 20 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam pameran. Ke depan, mereka akan diperkuat melalui program UMKM Merdeka, terutama dari sisi manajemen dan profesionalisme usaha.

“Kami ingin melihat kemampuan lain di Batu. Saat ini ada sekitar 20 UMKM yang ikut pameran bersama. Ke depan, mereka perlu diperkuat dari sisi profesionalisme dan manajemen melalui program UMKM Merdeka,” jelasnya.

Selain itu, Apindo Jatim juga menyoroti perlunya penguatan promosi pariwisata Kota Batu. Menurut Eddy, perkembangan destinasi wisata di daerah tersebut belum sepenuhnya dikenal luas oleh masyarakat luar daerah.

“Masih banyak masyarakat luar daerah yang belum mengetahui perkembangan destinasi wisata di Batu. Promosi harus diperkuat, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor kafe, restoran, dan destinasi wisata baru masih menjadi penggerak utama ekonomi setempat. Karena itu, inovasi di sektor ini perlu terus didorong agar mampu menarik kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Ketua DPK Apindo Kota Batu, Suryo Widodo, menegaskan pemilihan Kota Batu sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada besarnya potensi di sektor wisata dan UMKM. Pihaknya juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

“Kami tidak hanya menggelar seminar, tetapi juga workshop yang membahas branding, pengemasan, hingga strategi pemasaran,” ucapnya.

Menurut dia, banyak produk UMKM lokal memiliki kualitas yang baik, namun belum memiliki keunikan yang kuat di pasar. Kondisi itu membuat persaingan menjadi ketat, terutama pada produk sejenis seperti keripik.

“Contohnya produk keripik. Banyak yang serupa sehingga sulit bersaing. Harus ada segmentasi, seperti kelas premium, menengah, dan reguler, serta inovasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Suryo menambahkan, pendampingan menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM. Untuk itu, Apindo menggandeng berbagai pihak, termasuk perbankan, guna mendukung pelaku usaha melalui pelatihan dan akses pembiayaan.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut