Polresta Malang Kota Pasang Rumble Strip di Titik Rawan Balap Liar
MALANG, iNewsMalang.id – Satlantas Polresta Malang Kota bersama Pemkot Malang memasang rumble strip di sejumlah ruas jalan yang selama ini kerap dipakai aksi balap liar. Pita penggaduh tersebut dipasang untuk menekan laju kendaraan sekaligus mengurangi aktivitas balap liar pada malam hingga dini hari.
Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, rumble strip dipilih sebagai salah satu langkah pengendalian kecepatan kendaraan di jalan raya.
“Rumble strip ini dipasang untuk mengurangi kecepatan kendaraan sekaligus menekan balap liar,” ujar Rio, Kamis (7/5/2026).
Pemasangan dilakukan melalui kerja sama lintas instansi. Selain Satlantas, kegiatan itu juga melibatkan Dinas Perhubungan serta DPUPRPKP Kota Malang.
Saat ini terdapat empat titik prioritas pemasangan. Dua berada di kawasan Jalan Veteran, sedangkan dua titik lainnya berada di simpang Jalan Ciliwung menuju Jalan Letjen S. Parman.
Lokasi tersebut dipilih karena dinilai paling rawan digunakan untuk balap liar. Berdasarkan catatan kepolisian, aktivitas itu kerap muncul mulai tengah malam hingga menjelang pagi.
Rio menjelaskan, keberadaan rumble strip akan menimbulkan getaran ketika kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. Kondisi itu diharapkan membuat pengendara mengurangi kecepatan dan menghambat aksi balap liar.
“Alat ini akan mengganggu kendaraan yang dipakai balap liar, sehingga aktivitasnya bisa berkurang,” katanya.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan aktivitas balap liar mulai berkurang, terutama di kawasan Jalan Ciliwung. Namun, polisi masih menemukan aktivitas serupa di Jalan Veteran dan Jalan Soekarno-Hatta.
“Di Ciliwung hampir tidak ada lagi. Tapi di Veteran dan Suhat masih ditemukan karena sudah lama jadi lokasi balap liar,” jelas Rio.
Khusus kawasan Soekarno-Hatta, Polresta Malang Kota masih berkoordinasi dengan pemerintah provinsi karena status jalannya merupakan jalan provinsi.
Satlantas juga membuka kemungkinan penambahan rumble strip di titik lain yang dinilai rawan. Evaluasi dilakukan bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, hingga masyarakat.
Rio menilai dukungan warga menjadi faktor penting dalam upaya menekan balap liar yang selama ini mengganggu kenyamanan lingkungan.
“Masyarakat punya peran penting karena mereka yang paling terdampak balap liar,” pungkasnya.
Editor : Ryan Haryanto