Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Karhutla Bromo Jadi Lima, Petugas TNBTS Meninggal Setelah Empat Hari Bertahan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Sinta Fatmala, Pengelola Hotel di Bromo yang Jadi Runner Up Puteri Kebaya Jatim 2026

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:49 WIB
  • author Ryan Haryanto
Kisah Sinta Fatmala, Pengelola Hotel di Bromo yang Jadi Runner Up Puteri Kebaya Jatim 2026
Sinta Fatmala meraih gelar Runner Up 4 Puteri Kebaya Jawa Timur 2026 di Surabaya. (Foto: iNews Malang/Dok Pribadi)

MALANG, iNewsMalang.id - Karier Sinta Fatmala terbilang berliku. Perempuan asal Trenggalek itu mengawali pendidikannya di bidang kebidanan. Namun, perjalanan karier justru membawanya ke dunia perbankan, bisnis perhotelan, hingga panggung Puteri Kebaya Jawa Timur 2026.

Kini, perempuan kelahiran 1996 tersebut dipercaya mengelola Bromo Srayu Hotel di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Di tengah kesibukannya, Sinta juga berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2026.

Sinta menyabet gelar Runner Up 4 sekaligus Puteri Kebaya Jawa Timur Best Berbakat 2026. Prestasi itu diraihnya dalam malam pemilihan di Gedung Unesa Surabaya, Minggu (20/9/2026).


Sinta Fatmala menjadikan olahraga lari sebagai hobi untuk menjaga kebugaran di sela kesibukannya. (Foto: iNews Malang/Dok Pribadi)

Keberhasilan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi Sinta untuk mewakili Jawa Timur dalam ajang Puteri Kebaya Indonesia 2027 di Bali.

Perjalanan Karier Sinta Fatmala dari Bidan hingga Manajer Hotel

Sebelum menekuni bisnis perhotelan, Sinta menempuh pendidikan D-3 Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Malang. Dia menyelesaikan studinya pada 2018.

Namun, setelah lulus, putri sulung dari dua bersaudara itu memilih jalur karier berbeda. Sinta bekerja sebagai customer service di BCA, kemudian melanjutkan karier di Bank Mandiri sepanjang periode 2018-2019.

Pengalaman di dunia perbankan menjadi bekalnya untuk terjun ke industri pelayanan. Kariernya kemudian berlanjut ke sektor perhotelan.

Pada 2021, Sinta dipercaya menjabat General Manager Hayam Wuruk Hotel Trenggalek. Posisi tersebut diembannya hingga 2024.


Sinta Fatmala, pengelola hotel di Bromo, tetap aktif berolahraga di tengah kesibukan kariernya. (Foto: iNews Malang/Dok Pribadi)

Di sela kesibukan bekerja, Sinta kembali melanjutkan pendidikan. Dia mengambil program studi Manajemen Pemasaran di Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dan meraih gelar sarjana pada 2024.

Kariernya di industri perhotelan terus berlanjut. Pada awal 2026, Sinta menjabat Manajer Pemasaran Front One Hotel Tulungagung. Kini, dia dipercaya mengelola Bromo Serayu Hotel yang berada di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.

Aktif Berbisnis dan Organisasi Perhotelan

Tak hanya menggeluti industri perhotelan, Sinta juga merintis usaha kuliner. Dia merupakan pemilik bisnis Chicken Hay Trenggalek.

Aktivitas bisnisnya dibarengi dengan keterlibatan dalam sejumlah organisasi. Sinta tercatat sebagai anggota UMKM bersama Uprintis Indonesia.

Dia juga aktif di bidang hubungan masyarakat Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Timur.


Sinta Fatmala tampil di panggung final Puteri Kebaya Jawa Timur 2026 di Surabaya. (Foto: iNews Malang/Dok Pribadi)

Sejak 2023, Sinta turut mengembangkan aktivitas sebagai influencer melalui media sosial. Di luar pekerjaan, dia memiliki hobi berlari, bermain tenis, dan bernyanyi.

Raih Dua Gelar Puteri Kebaya Jawa Timur 2026

Kesibukan mengelola hotel dan menjalankan usaha tak menghalangi Sinta mengikuti ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2026.

Mewakili Kabupaten Trenggalek, Sinta berhasil menembus lima besar. Dia kemudian dinobatkan sebagai Runner Up 4 dan meraih penghargaan Best Berbakat 2026.

Bagi Sinta, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi. Dia ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan kebaya kepada generasi muda.

“Ini langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus mengajak generasi muda lebih mencintai kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar Sinta.

Perempuan berusia 30 tahun itu kini bersiap melanjutkan langkahnya ke tingkat nasional. Dia dijadwalkan tampil dalam ajang Puteri Kebaya Indonesia 2027 di Bali.

Sinta berharap kiprahnya di dunia profesional dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan. Baginya, mengembangkan karier tidak harus meninggalkan kepedulian terhadap warisan budaya daerah.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut