Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pria Diduga ODGJ Bacok Warga di Kencong Jember, Aksi Terekam CCTV dan Viral
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Nurul Hasanah, Cewek Madura Soft Spoken Lulusan BINUS University yang Viral

Senin, 26 Oktober 2026 | 20:14 WIB
  • author Ryan Haryanto
Mengenal Nurul Hasanah, Cewek Madura Soft Spoken Lulusan BINUS University yang Viral
Nurul Hasanah, Cewek Madura Soft Spoken asal Jember yang viral berkat gaya bicara lembutnya. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

JEMBER, iNewsMalang.id - Bahasa Madura tak selalu identik dengan nada bicara keras. Nurul Hasanah membuktikannya lewat konten media sosial Cewek Madura Soft Spoken.

Perempuan asal Kabupaten Jember, itu viral berkat gaya bicara lembut atau soft spoken yang dipadukan dengan bahasa Madura, Indonesia, dan Inggris.

Lewat akun Instagram dan TikTok @nurul.hsh, Nurul memperkenalkan diri sebagai Cewek Madura Soft Spoken. Karakter tersebut rupanya menarik perhatian warganet. Hanya dalam dua bulan, jumlah pengikutnya bertambah hampir 25 ribu.

Padahal, sebelumnya Nurul membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mengumpulkan 10 ribu pengikut ketika masih fokus menjadi beauty vlogger.

“Jadi beauty vlogger selama satu tahun, followers hanya 10 ribu. Tapi, sejak membuat konten Cewek Madura Soft Spoken, dua bulan bertambah hampir 25 ribu,” kata Nurul, Senin (26/10/2026).

Kini, akun Instagram Nurul memiliki sekitar 33 ribu pengikut. Sementara itu, akun TikTok-nya diikuti sekitar 29.700 pengguna. Sejumlah kontennya bahkan memperoleh ratusan ribu tanda suka.

Menariknya, gaya bicara lembut yang menjadi ciri khas Nurul bukan sesuatu yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian.

Perempuan lulusan Universitas Bina Nusantara (BINUS University) Jakarta itu mengaku sejak kecil memang terbiasa berbicara dengan nada pelan.

“Soft spoken itu bukan dibuat-buat, Mas. Memang dari dulu cara bicara saya seperti ini. Jadi, saya tinggal pakai bahasa Madura dengan gaya bicara saya sendiri,” ujar Nurul.

Awalnya, Nurul justru kurang percaya diri dengan karakter suaranya. Ketika membuat konten berbahasa Indonesia, dia bahkan pernah mempercepat video hingga 1,3 kali karena merasa berbicara terlalu lambat.

Namun, sesuatu yang dahulu dianggap sebagai kekurangan itu justru menjadi pembeda kontennya.

Berawal dari Keinginan Dekat dengan Warga Jember

Nurul mulai aktif membuat konten pada 2025. Saat itu, dia lebih banyak mengulas produk dan usaha milik orang lain, terutama bisnis kecantikan dan klinik kecantikan.

Baru sekitar dua bulan terakhir, Nurul mencoba konsep berbeda. Dia menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama dengan sesekali menyisipkan bahasa Indonesia dan Inggris.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Nurul melihat banyak masyarakat Jember menggunakan bahasa Madura dalam komunikasi sehari-hari.

“Awalnya saya ingin lebih dekat dengan warga Jember karena banyak yang berbahasa Madura,” tuturnya.

Bahasa Madura sendiri sudah akrab dengan kehidupan Nurul sejak kecil. Kedua orang tuanya menggunakan bahasa tersebut di rumah.

Nurul juga menjelaskan, keluarganya telah tinggal di Jember secara turun-temurun. Dia belum mengetahui adanya leluhur yang berasal langsung dari Pulau Madura.

Karena itu, dia menyebut identitas keluarganya sebagai Madura Pandalungan atau, dalam istilah yang digunakan di kontennya, Madura Swasta.

Di luar dugaan, konten yang awalnya ditujukan untuk masyarakat Jember justru menjangkau penonton dari berbagai daerah.

“Awalnya saya kira hanya warga Jember yang tertarik. Ternyata sampai Jakarta, Jabodetabek, bahkan Pulau Madura juga banyak yang suka konten saya,” katanya.

Melalui kontennya, Nurul sekaligus ingin memperlihatkan keberagaman karakter masyarakat Madura.

“Madura itu tidak semuanya keras. Kami bermacam-macam, dengan keunikan masing-masing,” ucapnya.

Dari Jember hingga Ngonten Bareng Bupati Situbondo

Popularitas Cewek Madura Soft Spoken juga membuka kesempatan Nurul berkolaborasi dengan sejumlah tokoh publik.


Nurul Hasanah berkolaborasi dengan Bupati Situbondo Mas Rio lewat konten Madura Soft Spoken. (Foto: iNews Malang/Dok Pribadi)

Salah satunya Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio. Keduanya membuat konten dengan memadukan bahasa Madura, Indonesia, dan Inggris.

Nurul mengaku terharu ketika mengetahui kontennya mendapat perhatian dari orang nomor satu di Kabupaten Situbondo tersebut.

Dia juga mengapresiasi kesediaan Mas Rio meluangkan waktu untuk membuat video bersama di tengah kesibukannya.

“Saya senang sekaligus bangga, karena lewat konten ini saya juga bisa ikut mengenalkan hal-hal positif dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Dalam kolaborasi itu, Nurul sengaja menyisipkan informasi mengenai potensi wisata Situbondo. Dia ingin kontennya tidak hanya menghibur, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat.

Nurul pun terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak lain, termasuk pemerintah daerah, selama konten yang dibuat memiliki nilai positif.

Lulusan BINUS University, Pernah Bergabung dengan Meme Comic Indonesia

Di balik karakter Cewek Madura Soft Spoken, Nurul memiliki latar belakang pendidikan teknologi informasi.

Dia menempuh pendidikan D3 Manajemen Informatika di Politeknik Negeri Jember mulai 2016. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan S1 Sistem Informasi di BINUS University, Jakarta Barat, pada 2019.

Keputusannya kuliah di Jakarta bermula dari ajakan seorang teman asal Jember. Namun, setelah lolos seleksi, temannya tidak melanjutkan kuliah di kampus tersebut.

Nurul akhirnya berangkat sendiri ke Jakarta dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan.

Ketertarikannya terhadap dunia digital sebenarnya sudah muncul jauh sebelum menjadi kreator konten.

Pada 2016, Nurul pernah menjadi bagian dari Meme Comic Indonesia, komunitas kreator humor digital yang populer melalui Facebook.

Sejak SMA, dia juga gemar membuat dan mengedit video. Kebiasaan tersebut menjadi bekal ketika mulai serius mengembangkan konten media sosial.

Nurul mengaku menyukai tontonan komedi sejak kecil, termasuk Mr. Bean. Dia juga gemar bermain gim, menonton anime, dan bepergian.

Sebelum menekuni dunia konten, Nurul pernah bekerja di perusahaan yang bergerak dalam ekspor tembakau dan cerutu.

Suami Jadi Sosok di Balik Kamera

Kesuksesan Nurul mengembangkan konten tak lepas dari dukungan suaminya, Ilham Akbar.

Ilham terlibat langsung dalam proses produksi. Mulai menyiapkan perlengkapan, membawa properti, hingga merekam video sesuai konsep yang dirancang istrinya.

“Saya dukung penuh, Mas. Jadi, kalau istri punya ide atau konsep konten, saya yang bantu eksekusi. Mulai dari merekam video sampai menyiapkan perlengkapannya,” kata Ilham.

Menurut dia, Nurul awalnya belum memiliki karakter konten yang benar-benar membedakannya dari kreator lain.

Namun, setelah menemukan konsep Cewek Madura Soft Spoken, perkembangan akun media sosial istrinya meningkat cukup pesat.

“Saya bangga, Mas. Dulu istri kan fokusnya di beauty, tapi belum punya ciri khas. Nah, sekarang sudah menemukan keunikannya sendiri,” ujarnya.

Ilham memilih lebih banyak bekerja di belakang kamera. Sementara itu, Nurul fokus menyampaikan materi dan berinteraksi dengan penonton.

Siapkan Brand Fashion NIR Outfit

Setelah dikenal melalui konten Cewek Madura Soft Spoken, Nurul kini mulai merambah dunia usaha.

Perempuan yang sekarang tinggal di kawasan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, itu tengah mempersiapkan peluncuran merek pakaian sendiri bernama NIR Outfit.

Ide tersebut muncul setelah banyak pengikutnya tertarik dengan model pakaian yang dikenakan dalam sejumlah video.

“Banyak folower yang suka baju saya di konten. Jadi, saya coba bikin brand sendiri dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Nurul berharap usaha tersebut dapat berkembang seiring aktivitasnya sebagai kreator konten.

Meski pengikutnya terus bertambah, dia ingin tetap mempertahankan karakter bicara yang selama ini melekat pada dirinya.

Baginya, penggunaan bahasa daerah bukan penghalang untuk menjangkau penonton yang lebih luas. Justru dari bahasa Madura, dia menemukan identitas yang membuat kontennya dikenal.

“Ayo kita semangat berkarya, baik mulai dari daerah, nasional, atau mungkin sampai internasional,” pesannya kepada masyarakat Madura, baik yang berasal dari Pulau Madura maupun yang tumbuh di daerah lain.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut