Perkuat Jejaring, Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo Dapat Tips dari Alumni Notaris dan Dokter
PROBOLINGGO, iNewsMalang.id - Paguyuban Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo ingin anggotanya tetap berkontribusi meski masa tugas sebagai duta wisata telah berakhir. Salah satu caranya dengan memperkuat jejaring antargenerasi sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan pariwisata daerah.
Upaya itu dilakukan melalui forum Tor Catoran ke-3 di The Bentar Beach, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Jumat (30/10/2026). Sebanyak 20 Kakang Ayu dari berbagai angkatan hadir dalam kegiatan tersebut.
Mengusung tema Satu Paguyuban, Satu Jejaring, Nyata untuk Pariwisata, forum itu mempertemukan anggota senior dan junior untuk berbagi pengalaman. Mereka juga membahas peran Kakang Ayu dalam mempromosikan potensi wisata Kabupaten Probolinggo.
Dr Manik Lingkar Katulistiwi, SH, M.Kn, mantan Ayu yang kini berprofesi sebagai notaris di Kota Probolinggo, menilai pengalaman menjadi duta wisata dapat menjadi bekal untuk meniti karier di berbagai bidang.

Manik juga tercatat sebagai satu-satunya perwakilan Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo yang berhasil meraih Runner Up Raki Jawa Timur pada 2006.
Prestasi Manik berlanjut di bidang akademik dengan menjadi wisudawan terbaik Program Studi Magister Kenotariatan pada wisuda ke-39 Universitas Narotama Surabaya, Oktober 2021.
Manik membagikan konsep 4K kepada para juniornya. Yakni, komunikasi, kepercayaan, komitmen, dan kolaborasi. Keempatnya dinilai menjadi dasar dalam membangun hubungan yang bermanfaat.
“Komunikasi membuka pintu relasi. Kepercayaan membuat orang menghargai kita. Komitmen membuktikan bahwa kita bisa diandalkan. Sementara kolaborasi membuka peluang untuk tumbuh dan berkembang bersama,” jelasnya.

Menurut Manik, menjadi Kakang Ayu bukan hanya soal penampilan atau kemampuan berbicara di depan publik. Anggota juga harus memiliki wawasan, karakter, dan kemampuan menjalin hubungan dengan berbagai kalangan.
Pengalaman itu pula yang dirasakannya hingga kini menjalankan profesi sebagai notaris. Relasi dan kemampuan berkomunikasi yang dibangun selama menjadi duta wisata tetap berguna dalam pekerjaannya.
“Prestasi membuat kalian dikenal, tetapi karakter dan relasi yang baik membuat kalian dihargai dan dikenang,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo drg Badi Sani menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kekeluargaan antaranggota, meski telah menekuni profesi berbeda.
Badi merupakan satu-satunya wakil Kabupaten Probolinggo yang meraih gelar The Winner Raka Raki Jawa Timur 2018.
“Jangan pernah lelah belajar, tetap jaga kekeluargaan ini, dan tunjukkan bahwa kalian adalah generasi terbaik yang siap membanggakan Probolinggo,” ujarnya.

Dokter gigi itu juga berpesan agar anggota Kakang Ayu tetap berkontribusi bagi daerah, di mana pun mereka berkarier.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengapresiasi upaya paguyuban menjaga hubungan lintas angkatan.
Menurut Heri, menjadi Kakang Ayu merupakan kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Dari sekitar 1,2 juta penduduk Kabupaten Probolinggo, hanya sebagian kecil yang terpilih sebagai duta wisata.
“Untuk memilih seorang Kakang dan Ayu ini butuh perjuangan yang panjang,” katanya.
Karena itu, Heri berharap anggota Kakang Ayu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas jaringan.

Terlebih, Pemkab Probolinggo tengah mendorong pengembangan pariwisata melalui konsep Bromo, Bentar, dan Gili. Sejumlah destinasi lain juga mulai diperkenalkan, termasuk tujuh danau melalui Seven Lakes Festival.
Heri menilai promosi wisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Termasuk Kakang Ayu yang memiliki jaringan lintas angkatan dan kemampuan menjangkau masyarakat.
Melalui Tor Catoran, paguyuban diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antaranggota. Jejaring yang terbentuk juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung promosi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif Kabupaten Probolinggo.
Editor: Ryan Haryanto