Andre Caldas Costa Benahi Dua Kelemahan Arema FC Jelang Hadapi RANS Nusantara
MALANG, iNewsMalang.id - Banyak peluang, minim gol. Itulah pekerjaan rumah Arema FC menjelang laga perdana League Cup 2026-2027. Pelatih caretaker Andre Caldas Costa harus membenahi ketajaman lini depan sebelum menghadapi RANS Nusantara FC, Selasa (3/11/2026).
Masalah itu terlihat saat Singo Edan takluk 1-3 dari Bali United pada pekan kedelapan Super League 2026-2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026).
Arema sebenarnya tidak kekurangan peluang. Dari 18 tembakan yang dilepaskan, delapan mengarah ke gawang. Namun, hanya satu yang berbuah gol.
Sebaliknya, Bali United jauh lebih efektif. Dari empat tembakan tepat sasaran, tiga di antaranya berhasil menjebol gawang Arema.
Andre mengakui anak asuhnya masih lemah dalam penyelesaian akhir. Terutama saat mengambil keputusan di depan gawang lawan.
Padahal, menurut pelatih asal Brasil itu, Arema memiliki sedikitnya dua hingga tiga peluang matang pada babak pertama.
"Ada dua atau tiga peluang bagus yang kami ciptakan, tetapi keputusan para penyerang di lini depan kurang tepat," kata Andre.
Dia menilai permainan kedua tim sebenarnya cukup berimbang. Setidaknya hingga Bali United membuka keunggulan pada menit ke-40.
Arema mampu memberikan tekanan. Namun, sejumlah kesempatan terbuang karena pemain gagal mengambil keputusan yang tepat.
Bukan hanya soal ketajaman. Andre juga menyoroti mental bertanding anak asuhnya. Terutama ketika tim berada dalam posisi tertinggal.
Dua gol Bali United menjelang turun minum membuat Arema kesulitan mengembangkan permainan. Kondisi itu memaksa Andre bekerja lebih keras saat jeda pertandingan.
Di ruang ganti, dia berusaha membangkitkan mental pemain. Evaluasi pun diberikan dengan tegas agar tim tidak kembali mengulangi kesalahan.
"Kami perlu meyakinkan para pemain dan memperbaiki semuanya. Terkadang kami harus tegas," ujarnya.
Perubahan sempat terlihat pada babak kedua. Arema bermain lebih agresif dan kembali menciptakan peluang.
Sayangnya, upaya mengejar ketertinggalan justru mendapat pukulan. Bali United menambah keunggulan menjadi 3-0.
Arema sempat memperkecil skor. Namun, situasi semakin sulit setelah dua pemain Singo Edan diganjar kartu merah.
Andre tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia menilai kartu merah tersebut semakin merugikan tim yang sedang berusaha bangkit.
"Kami mencoba bangkit dan menciptakan peluang. Namun, kemudian kebobolan gol ketiga dan mendapat kartu merah. Itu sesuatu yang tidak bisa saya terima," tegasnya.
Kini, Andre tak punya banyak waktu untuk berbenah. Arema harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan melawan RANS Nusantara FC.
Ketajaman lini depan menjadi perhatian utama. Begitu pula mental pemain saat menghadapi tekanan.
Laga tersebut menjadi kesempatan Singo Edan untuk membuktikan hasil evaluasi setelah kekalahan dari Bali United. Sekaligus mengawali kiprah di League Cup 2026-2027 dengan hasil positif.
Editor: Ryan Haryanto