Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Bromo Erupsi, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter, Wisatawan Dilarang Dekati Kawah
Advertisement . Scroll to see content

Penyebab Erupsi Gunung Bromo Terungkap, Material Kawah Longsor Picu Letupan

Sabtu, 07 November 2026 | 06:06 WIB
  • author Sri Hartini
Penyebab Erupsi Gunung Bromo Terungkap, Material Kawah Longsor Picu Letupan
Gunung Bromo menyemburkan abu vulkanik saat erupsi, Kamis (5/11/2026) sore. (Foto: iNews Malang/PVMBG)

MALANG, iNewsMalang.id - Penyebab erupsi Gunung Bromo pada Kamis (5/11/2026) sore mulai terungkap. Letusan yang menyemburkan abu setinggi 500 meter itu bukan dipicu peningkatan aktivitas magma. Melainkan longsoran material dinding kawah.

Petugas Pengamat Gunung Api Bromo, Hadi Purwoko, mengatakan, material longsoran tersebut jatuh ke bagian kawah yang memiliki sumber panas atau bara api. Kontak itulah yang memicu letupan hingga mengeluarkan abu vulkanik.

“Di dalam kawah Gunung Bromo terdapat api diam atau bara api, di mana ketika ada material jatuh terjadi letupan dan erupsi seperti yang terjadi kemarin,” kata Hadi, Jumat (6/11/2026).

Penjelasan itu disampaikan Hadi di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pukul 17.11 WIB. Letusan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik.

Meski berlangsung singkat, erupsi menyemburkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal mengarah ke barat.

Semburan abu masih berlangsung hingga Jumat dini hari. Aktivitas tersebut baru berhenti sekitar pukul 02.30 WIB.

Pada Jumat pagi, kondisi Bromo mulai mereda. Asap kawah masih teramati berwarna putih hingga kelabu dengan tekanan lemah. Ketinggiannya berkisar 50–500 meter di atas puncak.

“Kemudian pagi ini sudah tidak terlihat abu vulkanik,” ujar Hadi.

Namun, meredanya aktivitas kawah belum membuat status Bromo diturunkan. PVMBG tetap menetapkan Level II atau Waspada.

Wisatawan maupun masyarakat dilarang memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif. Ketentuan itu juga berlaku bagi pedagang dan penyedia jasa wisata.

Sebab, letupan akibat longsoran material dinding kawah masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu. Bahkan, tanpa didahului gejala peningkatan aktivitas vulkanik yang jelas.

Hadi sekaligus menepis anggapan bahwa erupsi Bromo berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru. Menurut dia, kedua gunung tersebut memiliki sistem magma yang berbeda.

“Erupsi Gunung Semeru yang terjadi tidak ada kaitannya dengan Gunung Bromo karena memiliki dapur magma sendiri,” tegasnya.

Karena itu, PVMBG meminta masyarakat tetap mematuhi rekomendasi jarak aman. Meski erupsi Gunung Bromo telah mereda, potensi letupan dari kawah aktif masih perlu diwaspadai.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut