KUALA LUMPUR, iNews.ID – Terobosan membanggakan dilakukan SD Namira Probolinggo dalam mengasah wawasan global siswanya. Sekolah yang dikenal progresif ini resmi memulai babak baru melalui program study abroad ke International Islamic School Malaysia (IISM).
Agenda perdana yang berlangsung pada 13–16 April 2026 tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan internasional.
Bukan sekadar kunjungan wisata edukasi, program ini dirancang agar siswa mampu berbaur dengan pelajar dari berbagai belahan dunia.
Selama empat hari penuh, delegasi SD Namira Probolinggo menyelami rutinitas di IISM, mulai dari pembelajaran di dalam kelas hingga aktivitas ekstrakurikuler yang dinamis.
Siswa SD Namira berkunjung ke International Islamic School Malaysia (IISM), belajar lintas budaya. Foto: Namira
Ketua Yayasan Namira, dr. Mirrah Samiyah, yang memimpin langsung rombongan, menegaskan kolaborasi ini merupakan langkah strategis. Menurut dia, IISM memiliki frekuensi yang sama dengan visi Namira dalam mencetak generasi masa depan.
“Ini upaya mempertemukan institusi yang sama-sama fokus mencetak generasi muslim modern berwawasan global,” ujar perempuan yang akrab disapa Dokter Mia itu, Rabu (22/4/2026).
Siswa SD Namira berfoto di depan Masjid Putra, Putrajaya, dalam rangkaian study abroad ke Malaysia. Foto: Namira
Kelancaran mobilisasi rombongan selama di Negeri Jiran juga tak lepas dari peran Aswaja Trans. Biro perjalanan yang dikomandoi Jalaluddin Suyuthi Winulyo ini memastikan seluruh rangkaian agenda, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, berjalan tanpa kendala berarti.
Tiga Pilar Utama Program Study Abroad SD Namira
Selama berada di kampus IISM, para siswa tidak hanya menjadi penonton. Mereka terlibat aktif dalam tiga agenda utama:
- Immersion Class: Siswa mengikuti kelas reguler dengan pengantar bahasa Inggris penuh untuk menguji kemampuan komunikasi mereka.
- Cultural Exchange: Pertukaran budaya antar siswa untuk menumbuhkan rasa toleransi dan persahabatan lintas negara.
- Integrasi Nilai Islam: Mengamati bagaimana nilai-nilai keislaman diterapkan secara modern dalam kurikulum internasional.
Delegasi SD Namira berfoto dengan latar gedung pencakar langit Kuala Lumpur saat study abroad. Foto: Namira
Interaksi menggunakan bahasa Inggris menjadi tantangan sekaligus daya tarik utama. Siswa terlihat antusias berdiskusi dengan teman sebaya mereka yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Hal ini secara otomatis mengasah kepercayaan diri mereka di lingkungan yang sama sekali baru.
Melalui pengalaman ini, para siswa dapat melihat potret nyata bagaimana pendidikan Islam dikemas secara modern tanpa sedikit pun menanggalkan identitas keislaman. Ke depan, SD Namira menargetkan program study abroad ini menjadi agenda rutin tahunan.
Targetnya lulusan SD Namira Probolinggo tidak hanya unggul secara akademik di kancah domestik, tetapi juga siap bersaing di level global dengan karakter muslim yang kuat. Semangat ini sejalan dengan motto sekolah, "Bersama Namira Menjadi Cahaya Menerangi Dunia."
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
