Kota Malang Punya Batik Sekar Jagad Pancawarna, Motifnya Terinspirasi Peta Lima Kecamatan

Taufik Hidayat
Proses membatik motif Sekar Jagad Pancawarna yang mengangkat identitas khas Kota Malang. (Foto: iNews Malang/Taufik Hidayat)

“UMKM batik Kota Malang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas, semakin kreatif dan kompetitif, serta memberikan nilai ekonomi yang semakin kuat,” kata Wahyu.

Generasi muda juga dinilai memiliki peran penting. Mereka diharapkan tidak berhenti mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi ikut menciptakan desain dan inovasi baru.

Pengembangan batik Kota Malang, menurut Wahyu, juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Mulai pemerintah, perajin, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan hingga masyarakat.

Peluncuran Sekar Jagad Pancawarna masih berada dalam momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober. Batik Indonesia ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2 Oktober 2009.

“Batik ini tidak hanya menjadi kebanggaan kita. Dengan ditetapkannya oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, batik juga menjadi kebanggaan secara internasional,” ujarnya.

Sekar Jagad Pancawarna kini membawa dua misi sekaligus. Selain mempertegas identitas budaya Kota Malang, motif tersebut diharapkan menjadi produk kreatif yang mampu memperluas pasar dan menggerakkan ekonomi para perajin batik lokal.

Editor : Ryan Haryanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network