MALANG, iNewsMalang.id - Dua gempa bumi mengguncang wilayah selatan Jawa Timur dalam waktu berdekatan. Namun, BMKG memastikan gempa Malang dan Lumajang tersebut merupakan dua kejadian berbeda dan tidak saling berkaitan.
Gempa pertama terjadi Minggu (4/10/2026) pukul 19.36 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 4,6 itu memiliki kedalaman 35 kilometer dengan episenter sekitar 139 kilometer tenggara Kabupaten Malang.
Belum genap 14 jam berselang, gempa kembali dirasakan masyarakat. Kali ini gempa magnitudo 4,4 terjadi Senin (5/10/2026) pukul 09.16 WIB.
Pusat gempa berada sekitar 133 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang dengan kedalaman 76 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso mengatakan, dua gempa tersebut memiliki sumber berbeda. Kesimpulan itu diketahui berdasarkan kedalaman dan mekanisme pemicu masing-masing gempa.
“Dilihat dari kedalaman dan sumber penyebabnya, kedua gempa ini adalah gempa yang berbeda,” kata Ricko, Senin (5/10/2026).
Menurut Ricko, gempa di tenggara Kabupaten Malang dipicu aktivitas sesar aktif di bawah laut selatan Jawa Timur.
Sedangkan gempa di barat daya Kabupaten Lumajang berasal dari aktivitas subduksi atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia.
Perbedaan sumber tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dua gempa yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan itu tidak memiliki keterkaitan langsung.
Ricko menjelaskan, aktivitas tektonik seperti ini lazim terjadi di Indonesia. Jawa Timur juga berada di kawasan dengan aktivitas pergerakan lempeng yang cukup aktif.
Meski getarannya dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, dua gempa tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan.
BMKG masih memantau aktivitas kegempaan di Jawa Timur dan sekitarnya untuk mengetahui perkembangan aktivitas tektonik setelah dua gempa tersebut.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
