Menurut dia, BPBD terus memantau kondisi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air. Hasil pemantauan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD mengoperasikan Posko Komando Tanggap Darurat selama 24 jam. Petugas dibagi dalam dua shift untuk memantau kondisi kebencanaan di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Pemantauan mencakup 33 kecamatan. Komunikasi dengan petugas di lapangan dilakukan melalui radio repeater VHF/UHF, internet, SMS, WhatsApp, hingga layanan call center.
“Monitoring dilakukan di 33 kecamatan melalui perangkat komunikasi radio repeater VHF/UHF, internet, SMS, WhatsApp, dan call center untuk memastikan kondisi wilayah tetap terpantau,” ujarnya.
Berdasarkan laporan posko pada Kamis (8/10/2026), tidak ditemukan kejadian bencana baru selama periode pemantauan pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Cuaca di Kabupaten Malang terpantau cerah dengan suhu udara berkisar 22 hingga 30 derajat Celsius.
Meski tidak ada laporan bencana baru, petugas tetap disiagakan. Sebab, masa tanggap darurat kekeringan dan karhutla masih berlangsung.
Selain pemantauan dan distribusi air bersih, petugas BPBD menjalankan piket flushing di Bendungan Sengguruh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya air selama musim kemarau.
Sadono menyebut, penanganan kekeringan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait. BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca dan ketersediaan air bersih di wilayah yang berpotensi terdampak.
Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Warga yang kesulitan mendapatkan air bersih diimbau segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD agar kebutuhannya dapat ditindaklanjuti.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
