Bromo Sunset Music and Culture Padukan Musik, Tari Tradisional, dan Live Painting

Ryan Haryanto
Bromo Sunset Music and Culture memadukan musik modern, tari tradisional, dan live painting di Seruni Point Bromo. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Sanggar tersebut membawakan Tari Hadrah Kuntulan dan sendratari Prabu Linggih. Kedua pertunjukan itu memperkenalkan ragam ekspresi seni sekaligus unsur budaya yang berkaitan dengan Probolinggo.

Tari Hadrah Kuntulan merupakan kesenian yang berkembang di Banyuwangi. Pertunjukan ini memadukan gerak tari dengan iringan rebana yang kental dengan nuansa Islam dan budaya masyarakat Osing.

Selain unsur gerak dan musik, Hadrah Kuntulan mengandung nilai religius melalui puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Kesenian tersebut juga menggambarkan kegembiraan dan rasa syukur masyarakat.

Perpaduan unsur Islam dengan tradisi lokal menjadikan Hadrah Kuntulan sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya yang dapat dinikmati pengunjung di tengah kawasan wisata Bromo.

Sendratari Prabu Linggih Angkat Kisah Asal-Usul Probolinggo

Sanggar Trigerta juga membawakan sendratari Prabu Linggih yang mengangkat kisah asal-usul nama Probolinggo.

Dalam cerita yang dipentaskan, kisah tersebut berkaitan dengan perjalanan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit ke wilayah timur. Sang raja dikisahkan singgah untuk mengunjungi makam kerabatnya, Bre Gundal.

Selama berada di wilayah tersebut, Hayam Wuruk terkesan dengan keramahan masyarakat, hamparan sawah yang subur, serta bentang alam berupa pegunungan dan lautan.

Editor : Ryan Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network