Panik Jelang Sidang Skripsi? Berikut Sederet Pertanyaan Dosen Penguji yang Wajib Mahasiswa Ketahui

Neneng Zubaidah
.
Selasa, 29 November 2022 | 09:34 WIB
Mahasiswa umumnya panik saat jelang sidang skripsi, berikut sederet pertanyan dosen penguji yang wajib diketahui (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsMalang.id - Perjuangan akhir untuk seorang mahasiswa dalam memperoleh gelar sarjana adalah sidang skripsi. Sederet pertanyaan akan diajukan oleh dosen untuk menguji kemampuan akademik mahasiswa.

Sidang skripsi adalah tahapan pengujian karya ilmiah mahasiswa yang juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah ilmiah.

Dalam sidang ini, mahasiswa akan menghadapi setidaknya tiga dosen yang akan menguji keselarasan teori dan implementasi yang dituangkan dalam isi skripsi yang telah disusun mahasiswa.

Sebagian besar mahasiswa pasti khawatir menghadapi sidang skripsi ini. Apalagi jika membayangkan harus berhadapan dengan dosen yang siap membantai dengan pertanyaan tajam dan kritis.

Nah, agar kalian lebih percaya diri dalam menghadapi sidang skripsi, berikut beberapa pertanyaan sidang skripsi yang sering muncul dan tips menjawabnya yang dikutip dari laman Universitas Multimedia Nusantara (UMN). 

1. Apa masalah ilmiah penelitianmu? Apa masalah yang ingin diangkat?

Kenapa penting ada masalah yang ingin diangkat? Umumnya tujuan riset itu untuk menjawab masalah yang ada. Kalau tidak ada masalah, kenapa harus buang waktu dan energi untuk meneliti? Penelitianmu harus memiliki signifikansi.

Perlu juga diingat bahwa tidak semua masalah bisa atau harus diteliti; terutama masalah yang bisa dijawab dengan “Yes or No.” Jawaban Ya atau Tidak itu tidak memajukan pengetahuan kita.

“Salah satu tugas pertama dalam menentukan topik penelitian yang terperinci adalah menemukan pertanyaan, kontroversi yang belum terselesaikan, kesenjangan dalam pengetahuan atau kebutuhan yang tidak terbalas dalam subjek yang dipilih. Pencarian ini membutuhkan kesadaran akan isu-isu terkini dalam subjek dan pikiran yang ingin tahu dan bertanya. Meskipun Anda akan menemukan bahwa dunia ini penuh dengan pertanyaan dan masalah yang belum terselesaikan, tidak semua ini adalah subjek yang cocok untuk penelitian.”

Masalah ilmiah merupakan salah satu hal paling mendasar yang harus kalian matangkan sebelum melakukan penelitian. Kalau masalah ilmiahnya tidak ada, bisa jadi kalian sudah salah memilih topik skripsi.

Mengetahui masalah yang ingin diangkat juga akan membantu kalian menyusun pertanyaan penelitian, rumusan masalah, dan latar belakang. Karena itu, pastikan rajin mendiskusikan masalah ilmiah penelitianmu dengan dosenmu.

2. Apa research gap penelitianmu? Apa novelty penelitianmu?

Pertanyaan yang kedua ini sama krusialnya dengan pertanyaan pertama. Saat menentukan topik penelitian, kamu harus memastikan bahwa penelitianmu memiliki kebaruan (novelty). Penelitian kalian harus bisa mengisi sesuatu yang kurang atau belum ada di dunia riset, itu lah yang dinamakan research gap.

Saat pengujimu menanyakan ini, kalian harus bisa menjelaskan secara singkat penelitian dahulu yang ada mengenai topik yang kamu angkat, dan bagaimana hasil penelitian skripsimu ini bisa memberikan informasi baru dan melengkapi riset-riset sebelumnya. Jangan sampai topik dan isi skripsimu sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain.

3. Kenapa kamu mengangkat topik ini? Kenapa memilih judul tersebut?

Jangan bingung atau heran kalau saat sidang pengujimu bertanya “apa judul skripsi kamu?” Bukan karena pengujimu tidak bisa membaca, tapi tujuannya untuk melihat apakah kalian mengetahui judul skripsimu sendiri, dan untuk menguji lebih lanjut apakah judul skripsimu sama dengan isi skripsimu. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya harus mengubah judul skripsinya karena kurang menggambarkan isi penelitiannya. 

4. Kenapa kamu menggunakan teori, metode, atau subjek penelitian tersebut?

Di dunia penelitian terdapat sangat banyak teori dan metode penelitian. Kalian harus bisa menjawab dan argumentasikan kenapa teori dan metode yang kamu gunakan cocok dengan penelitianmu.

Bagaimana teori ini mendukung penelitianmu? Kenapa kuantitatif dan tidak kualitatif? Dan sebagainya. Kalian juga harus bisa menjelaskan kenapa kamu memilih subjek penelitianmu.

5. Apa yang kamu temukan dari risetmu?

Kalian harus bisa menjawab secara ringkas temuan skripsimu. Kalian bisa ceritakan apa temuan-temuan inti skripsimu? Pastikan bahwa temuannya sesuai dengan pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian.

Kalian juga bisa ceritakan temuan unik diluar pertanyaan penelitianmu. Karena itu, pastikan bahwa kalian benar-benar menguasai penelitian kalian sendiri.

6. Apa yang bisa risetmu kontribusikan? Apa signifikansi penelitian?

Pertanyaan ini sejalan dengan pertanyaan ke-dua dan lima. Intinya, penelitian kalian harus bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bagaimana penelitian itu dapat membantu menghilangkan masalah yang ada.
 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News

Bagikan Artikel Ini