Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Satpol PP Kota Probolinggo Jaring 9 Perempuan Diduga Terlibat Open BO di Jati dan Jagalan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Wanita Open BO Aplikasi Michat, Ogah Cium Pelanggan, Antara Jijik dan Takut Tertular HIV

Kamis, 17 Maret 2022 | 17:12 WIB
  • author Tim INews Malang-Cirebon
Kisah Wanita Open BO Aplikasi Michat, Ogah Cium Pelanggan, Antara Jijik dan Takut Tertular HIV
Dua pekerja seks komersial (PSK) online, Wita dan Indah, menolak berciuman saat melayani pelanggan.(Foto: Ist)

Dengan berciuman saat berhubungan intim, banyak tamunya mengalami ejakulasi dini. Namun, setelah mendapatkan edukasi bahaya virus saat berciuman, dia memilih hanya pasangan tertentu yang melakukan ciuman demi menghindari penularan virus mematikan. 

"Palingan hanya ke pacar gue dan beberapa pelanggan yang gue anggap percaya. Mending nambah durasi deh daripada cium bibir. Kalau nambah (berhubungan intim) kan tipnya juga nambah,” ucap Wita yang menyewa apartemen di Cengkareng, Jakarta Barat itu. 

Selain takut tertular HIV, dia mengungkapkan masalah bau mulut juga menjadi faktor lain dirinya ogah berciuman. "Kan kebanyakan pelanggan gue itu perokok. Agak gimana gitu kalau mulut mereka bau rokok. Kalau ditegur takutnya tersinggung," ujar Wita. Hal yang sama diungkapkan Indah, PSK online yang tinggal di Jakarta Selatan. Wanita ini enggan berciuman dengan pria hidung belang karena jijik dan khawatir dengan bau mulut. 

“Lagi berhubungan tiba-tiba bau mulut, gimana gitu rasanya. Udah lah main ya main saja ngga usah cium-ciuman kayak pacaran atau suami istri aja,” ketus Indah. Dia lebih memilih berhubungan 2-3 kali dengan pelanggannya asalkan tidak berciuman.“Kalau sudah terpuaskan, aku bisa dua kali atau bahkan lebih bermain dengan pria yang sama,” ujarnya.

Editor: Arif Handono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut