Kerusakan SDN 2 Mulyoagung Disorot DPRD, Rehab Diminta Jadi Prioritas
MALANG, iNews.ID - Kondisi bangunan SDN 2 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang rusak parah akhirnya mendapat perhatian DPRD Kabupaten Malang. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Qodir (Adeng), langsung meminta perbaikan sekolah tersebut diprioritaskan tahun ini.
Respons itu disampaikan Selasa (21/4/2026). Pria yang akrab disapa Adeng tersebut mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan serta Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya untuk mempercepat penanganan.
Menurut dia, kondisi fisik sekolah sudah cukup memprihatinkan. Selain itu, lokasinya berada di jalur strategis menuju kawasan wisata Kota Batu. Kawasan tersebut ramai dilalui wisatawan, terutama saat akhir pekan.
“Gak apa-apa jika ada yang mengingatkan seperti itu (GRIP Jaya). Itu bagus-bagus saja, bahkan kadang juga perlu, biar pemerintah nggak sembrono. Tapi, kami sudah mengupayakan tahun ini harus diperbaiki,” ujar Adeng.
Ia menilai, kerusakan sekolah yang berada di jalur utama bisa berdampak pada citra daerah. Karena itu, percepatan perbaikan dinilai penting.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Adeng menawarkan opsi pemanfaatan dana pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Ia menyebut, alokasi tersebut memungkinkan digunakan untuk sektor pendidikan sesuai ketentuan.
“Diperbolehkan secara mandatory spending (pengunaan uang negara diperbolehkan UU karena buat pendidikan). Yakni, sebesar 20 persen dari dana Pokir kami, yang boleh dipakai,” tambah Adeng.
Di sisi lain, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Malang, Farid Habibah, menyatakan masih menunggu hasil kajian teknis. Tim telah diterjunkan ke lokasi untuk menghitung tingkat kerusakan.
“Hari ini, tim langsung kami turunkan ke lokasi, biar dikalkulasikan,” katanya.
Kerusakan di SDN 2 Mulyoagung disebut telah berlangsung cukup lama. Kondisinya tidak hanya terjadi pada satu ruang kelas, melainkan di beberapa bagian bangunan.
Ketua DPC GRIP Jaya Kabupaten Malang, Damanhury Jab, turut mendorong percepatan perbaikan. Dia menilai kondisi bangunan sudah mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan siswa.
Struktur atap dilaporkan melengkung akibat kayu penyangga yang melemah. Sejumlah genteng juga hilang, diduga karena material penopang yang lapuk dimakan rayap.
“Iya, kami siap menurunkan anak-anak, buat melakukan perbaikan. Kami nggak ada maksud lain, kecuali demi keselamatan siswa, agar belajar dengan aman, bukan dalam kekhawatiran seperti itu,” pungkas Jab.
Editor : Ryan Haryanto