get app
inews
Aa Text
Read Next : Pendaftaran TK Negeri Kota Malang 2026 Dibuka 8 Juni, Ini Jadwal dan Syaratnya

Kota Probolinggo Naik Kelas, Masuk Zona Berkembang Indeks Kota Toleran 2025

Jum'at, 24 April 2026 | 01:10 WIB
header img
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Ahmad Hudri. (Foto: Istimewa).

PROBOLINGGO, iNewsMalang.id– Kota Probolinggo masuk dalam kategori kota dengan peningkatan kinerja toleransi pada Indeks Kota Toleran (IKT) 2025. Penghargaan itu diserahkan SETARA Institute dalam acara peluncuran IKT di Artotel Mangkuluhur, Rabu (22/4/2026).

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari hadir menerima penghargaan mewakili Wali Kota Dokter Aminuddin. Kota Probolinggo ditempatkan di kategori “Improving Zone” atau zona berkembang, yang menunjukkan adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya.


Wawali Probolinggo Ina Dwi Lestari terima penghargaan IKT 2025 kategori Improving Zone dari SETARA Institute. Foto: Istimewa

IKT merupakan pengukuran tahunan yang menilai kondisi toleransi di sejumlah kota di Indonesia. Indikatornya meliputi kebijakan pemerintah daerah, peran aparat, inisiatif masyarakat, hingga dinamika sosial terkait hubungan antarumat beragama.

Dalam pemaparan SETARA Institute, Kota Probolinggo dinilai menunjukkan perbaikan, terutama dalam membuka ruang interaksi lintas agama dan mendorong program edukasi toleransi di tingkat komunitas.

Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya pada Ditjen Polpum Kemendagri, Bisri, mengatakan IKT tidak sekadar daftar peringkat. Menurut dia, indeks tersebut menjadi tolok ukur kualitas relasi sosial di daerah.

“IKT mencerminkan sejauh mana pemerintah daerah mampu menjamin kesetaraan, menghadirkan rasa aman, serta membuka ruang partisipasi yang adil bagi seluruh warga tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ina Dwi Lestari menyebut capaian itu sebagai hasil kerja bersama. Ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah untuk menjaga konsistensi.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus catatan penting bagi Kota Probolinggo agar selalu menjadi yang terbaik,” katanya.

Terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Ahmad Hudri menyatakan dukungan masyarakat berpengaruh pada upaya menjaga kerukunan.

“Dukungan masyarakat melalui FKUB akan semakin memudahkan kinerja pemerintah dan FKUB untuk menjadikan Kota Probolinggo menjadi kota toleran,” ujarnya.

Penghargaan ini menempatkan Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah yang dinilai mengalami kemajuan dalam pengelolaan keberagaman, meski belum masuk kategori kota dengan tingkat toleransi tertinggi.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut