DPRD Minta Pemkot Malang Siapkan Aturan Jelas untuk Becak Listrik
MALANG, iNewsMalang.id - Program becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Kota Malang mulai mendapat evaluasi dari DPRD. Ia menilai, dampak program ini belum maksimal karena belum ditopang aturan teknis dan ekosistem ekonomi yang memadai.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, menyebut bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat kecil, khususnya pengemudi becak. Namun, ia mengingatkan Pemkot Malang tidak berhenti pada tahap distribusi.
“Perlu regulasi teknis yang jelas agar becak listrik ini benar-benar bermanfaat, bukan hanya simbolis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, regulasi yang dibutuhkan mencakup penentuan rute operasional, lokasi mangkal, standar keselamatan, hingga keterpaduan dengan sistem transportasi kota. Tanpa itu, peluang peningkatan pendapatan pengemudi dinilai sulit tercapai.
Kondisi di lapangan juga menjadi perhatian. Suryadi mengaku menerima laporan pengemudi becak listrik yang hanya memperoleh sekitar Rp15 ribu selama tiga hari. Ia menilai hal ini menunjukkan belum adanya dukungan pasar yang memadai.
“Penempatan harus tepat. Becak listrik sebaiknya di kawasan strategis agar ada penumpang,” tegasnya.
DPRD pun mendorong penanganan program dilakukan lintas sektor. Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, serta Dinas Koperasi dan UMKM diminta terlibat aktif dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pendampingan diperlukan, mulai dari pendataan pengemudi, pembinaan rutin, hingga penguatan kelembagaan. Suryadi menilai pembentukan koperasi atau paguyuban penting agar pengemudi memiliki posisi tawar yang lebih kuat.
“Dengan koperasi, pengemudi bisa berkembang bersama,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Malang itu.
Untuk memperkuat program, DPRD mengusulkan penetapan zona operasi di titik strategis seperti kawasan wisata, alun-alun, stasiun, dan kampus. Integrasi dengan konsep wisata ramah lingkungan juga dinilai perlu didorong, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya dan promosi ke masyarakat.
“Jika dikelola baik, becak listrik bisa jadi ikon transportasi ramah lingkungan Kota Malang,” imbuhnya.
Selain itu, pendekatan pemberdayaan dinilai krusial. Pengemudi becak listrik perlu dibekali pelatihan layanan wisata, pengelolaan keuangan sederhana, serta akses kolaborasi dengan sektor pariwisata dan UMKM.
“Jika pemberdayaan serius, program ini bisa meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat,” pungkasnya.
Editor : Ryan Haryanto