get app
inews
Aa Text
Read Next : Mutasi ASN Pemkot Malang Ditunda, Tunggu Penerapan Manajemen Talenta

Anggaran Seragam Gratis Kota Malang Turun Drastis, Ini Sasarannya

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:00 WIB
header img
Seragam gratis Kota Malang dipangkas jadi Rp1,5 M, hanya untuk siswa kurang mampu. (Foto: iNews Malang/Ryan H).

MALANG, iNewsMalang.id – Kebijakan bantuan seragam gratis bagi siswa baru di Kota Malang mengalami perubahan signifikan pada tahun anggaran 2026. Pemerintah Kota Malang memangkas besar anggaran program tersebut dan hanya menyalurkannya kepada pelajar dari keluarga kurang mampu.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkot Malang memastikan program yang sebelumnya bersifat lebih luas kini dibatasi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebagai upaya efisiensi anggaran daerah.

Nilai anggaran bantuan seragam gratis ikut terpangkas cukup dalam, dari sekitar Rp6 miliar pada 2025 menjadi hanya Rp1,5 miliar untuk tahun ajaran baru 2026. Dampaknya, jumlah penerima juga diproyeksikan turun drastis.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan penyaluran bantuan baru akan dilakukan setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai. Program ini tetap menyasar siswa baru jenjang kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, namun dengan seleksi yang lebih ketat.

“Setelah siswa diterima, sekolah akan mengusulkan nama penerima seragam gratis,” ujar Suwarjana, Sabtu (2/5/2026).

Dalam mekanismenya, sekolah menjadi pintu awal pendataan calon penerima. Meski begitu, verifikasi tetap dilakukan secara berlapis dengan mengacu pada data resmi Dinas Sosial (Dinsos), termasuk kategori desil kesejahteraan sebagai dasar penentuan kelayakan.

Langkah tersebut diterapkan untuk memperkecil potensi ketidaktepatan sasaran bantuan. Pemerintah juga menilai kesadaran masyarakat terhadap kondisi ekonomi sudah semakin baik.

“Sudah ada dasar dari Dinsos, jadi tidak sembarangan. Kami juga yakin masyarakat makin sadar, yang mampu tidak akan mengaku tidak mampu,” ucap Suwarjana.

Dengan kebijakan baru ini, jumlah penerima seragam gratis diperkirakan menyusut tajam. Jika pada 2025 tercatat sekitar 13 ribu siswa menerima bantuan, maka pada 2026 jumlahnya diprediksi hanya berkisar 2.500 hingga 3.000 siswa.

Aturan tersebut tidak hanya berlaku di sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Penurunan anggaran dari Rp6 miliar menjadi Rp1,5 miliar disebut sebagai bagian dari efisiensi agar bantuan lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, membenarkan adanya pemangkasan anggaran program seragam gratis tersebut. Meski demikian, ia menegaskan program tetap berjalan dengan sasaran yang lebih terbatas.

“Program seragam gratis tetap ada, tapi difokuskan untuk siswa dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Ginanjar menjelaskan, skema baru ini mengubah pola distribusi bantuan. Jika sebelumnya seluruh siswa berhak menerima, kini hanya mereka yang masuk kategori tertentu yang akan diprioritaskan.

“Dulu untuk semua siswa. Saat ini, sesuai usulan sekolah, ditetapkan kriteria tidak mampu di bawah desil 5,” pungkasnya.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut