Pemkot Malang Bidik Soekarno-Hatta untuk Ekspansi Rute TransJatim
MALANG, iNewsMalang.id - Pemerintah Kota Malang mengajukan penambahan rute bus TransJatim ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu jalur yang diusulkan adalah kawasan Jalan Soekarno-Hatta, yang dinilai membutuhkan akses transportasi umum lebih memadai.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, ruas jalan tersebut menjadi titik aktivitas padat karena dikelilingi perkantoran, kampus, hingga pusat hiburan. Karena itu, kehadiran layanan TransJatim di kawasan tersebut dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga.
“Kami sudah memberikan usulan sewaktu diskusi. Ada beberapa ruas jalan belum dijangkau TransJatim, seperti Soekarno-Hatta,” ujar Wahyu, Minggu.
Ia menjelaskan, usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan kemudahan akses transportasi harian. Pemkot, lanjut dia, juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penentuan titik halte agar tidak memicu kemacetan.
Menurutnya, beberapa lokasi pemberhentian masih dalam tahap kajian. Pemkot mempertimbangkan penggunaan lahan milik daerah sekaligus memastikan keberadaan halte tidak mengganggu arus lalu lintas.
Saat ini, layanan TransJatim di wilayah Malang Raya baru memiliki satu koridor sepanjang kurang lebih 52 kilometer. Rute tersebut menghubungkan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan Terminal Landungsari di Kabupaten Malang hingga Terminal Batu di Kota Batu.
Di dalam Kota Malang, bus TransJatim telah melayani sejumlah titik strategis seperti Stasiun Malang, kawasan Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat, Terminal Madyupuro, Jalan Dinoyo, dan Jalan Veteran. Tingkat keterisian penumpang (load factor) tercatat mencapai 61 persen per hari.
Wahyu menilai tingginya okupansi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi publik ini cukup besar. Bahkan, armada yang beroperasi kerap terisi penuh.
Meski demikian, keputusan akhir terkait penambahan rute tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Apalagi bus ini lintas daerah (Malang Raya) sehingga peranannya kebanyakan di provinsi,” ujarnya.
Editor : Ryan Haryanto