get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelaku Pamer Kemaluan di Depan Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Akhirnya Tertangkap

Suami Bakar Istri di Banyuwangi, Korban Alami Luka Bakar 100 Persen

Minggu, 26 April 2026 | 01:45 WIB
header img
Polisi dan tim medis RSUD Blambangan tangani korban luka bakar serius akibat KDRT di Banyuwangi. (Foto: Polsek Gambiran)

BANYUWANGI, iNewsMalang.id - Aksi kekerasan dalam rumah tangga terjadi di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jumat (24/4/2026) malam. Seorang perempuan, Nur Khasanah (56), mengalami luka bakar parah setelah diduga disiram bensin dan dibakar oleh suaminya, Sularni (63), sekitar pukul 23.50 WIB.

Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat korban hendak menunaikan Salat Isya. Tiba-tiba pelaku menyiramkan bahan bakar ke tubuh korban dan langsung menyalakan api.

“Korban hendak melaksanakan salat Isya. Tiba-tiba suaminya menyiramkan bensin ke tubuh korban dan menyulutkan api,” ujar Dwi, Sabtu (25/4/2026).

Api cepat membesar dan melalap tubuh korban. Dalam kondisi terbakar, korban berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan. 

Teriakan itu didengar kakak korban, Maksurin, bersama tetangganya, Soleh. Keduanya segera membantu memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan ember dari kamar mandi hingga api berhasil dipadamkan.

Saat memeriksa bagian dalam rumah, saksi menemukan pelaku juga dalam kondisi terbakar. Polisi menyebut pelaku ditemukan dalam posisi tengkurap dengan api masih menyala di tubuhnya.

Korban dan pelaku kemudian dibawa ke RSUD Genteng untuk mendapat perawatan intensif. Hasil pemeriksaan awal polisi mengarah pada dugaan konflik ekonomi dalam rumah tangga yang kerap memicu pertengkaran di antara keduanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar hingga 100 persen, sementara pelaku sekitar 85 persen. Polisi mempertimbangkan rujukan ke RSUD Blambangan karena kondisi keduanya yang kritis dan membutuhkan penanganan khusus.

“Potensi kematian akibat luka bakar sangat tinggi, sehingga membutuhkan penanganan intensif di fasilitas khusus,” pungkas Dwi.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut