get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkot Malang Usulkan Rute Baru TransJatim Lewat Soekarno-Hatta, Ini Alasannya

DPRD Kota Malang Dorong Revitalisasi Angkot, Skema Feeder dan Subsidi Disiapkan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:32 WIB
header img
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Mutaqin. (Foto: iNews Malang/Dok).

MALANG, iNewsMalang.id - DPRD Kota Malang mendorong percepatan pembenahan transportasi publik Kota Malang agar lebih nyaman dan aman digunakan masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Mutaqin menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi kunci utama dalam menarik minat masyarakat beralih ke angkutan kota. Menurutnya, angkutan publik harus mampu bersaing dengan transportasi daring yang kini semakin dominan.

“Yang dilihat masyarakat itu pelayanan. Kalau sepadan, efektif, dan efisien, mereka pasti beralih ke transportasi publik,” ujar Anas, Minggu (3/5/2026).

Komisi C DPRD Kota Malang juga telah meminta Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan untuk melakukan transformasi layanan angkutan kota, termasuk integrasi sistem sebagai feeder. Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2026 setelah dukungan anggaran tersedia.

Anas menyebut angkot yang ada saat ini akan dioptimalkan kembali melalui skema layanan terintegrasi. Bahkan, sebagian armada akan difungsikan ganda sebagai angkutan pelajar sekaligus feeder masyarakat umum.

“Program ini sudah direncanakan berjalan tahun ini. Anggarannya juga sudah ada, sekitar Rp 2 miliar untuk subsidi angkutan sekolah yang sekaligus bisa jadi feeder,” ucapnya.

Ia menjelaskan, satu armada nantinya dapat menjalankan dua fungsi sekaligus. Angkot bisa beroperasi sebagai angkutan pelajar sekaligus feeder.

“Bedanya, pelajar gratis, sedangkan penumpang umum tetap membayar,” tambah Anas.

Skema yang disiapkan akan menggunakan sistem Buy The Service (BTS), di mana pemerintah memberikan subsidi layanan tanpa harus memiliki armada secara langsung. Pola ini diharapkan membuat operasional angkutan kota lebih efisien.

Selain itu, DPRD menekankan perlunya pembaruan trayek angkutan kota yang dinilai sudah tidak sesuai dengan perkembangan wilayah. Penyesuaian jalur juga akan disinergikan dengan rute transportasi regional seperti Trans Jatim.

“Trayek yang ada masih jalur lama, sementara kota sudah berkembang. Karena itu perlu analisis ulang dan penyesuaian dengan jalur Trans Jatim,” tegasnya.

Untuk layanan angkutan pelajar, pemerintah akan memanfaatkan skema subsidi sehingga siswa dapat menikmati layanan gratis.

“Gratis untuk pelajar. Selama ini bus sekolah terbatas, jadi angkutan kota bisa dimanfaatkan,” katanya.

Meski begitu, pelaksanaan program masih menunggu penyusunan regulasi turunan seperti Peraturan Wali Kota (Perwal). Mekanisme penyaluran subsidi juga tidak akan diberikan langsung kepada sopir, melainkan melalui paguyuban atau koperasi.

“Anggaran tidak disalurkan langsung ke sopir, tetapi melalui paguyuban atau koperasi. Itu sedang disiapkan secara administratif,” jelasnya.

Anas menambahkan, program akan dijalankan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Evaluasi akan dilakukan setelah implementasi awal berjalan.

“Yang penting program ini bisa berjalan dulu dengan kuota tertentu. Setelah itu dievaluasi dan dikembangkan,” pungkasnya.

DPRD Kota Malang optimistis skema ini dapat mendorong kembali minat masyarakat menggunakan transportasi publik di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut