Harga Pertamax Naik, Pekerja di Malang Mulai Hitung Ulang Biaya Transportasi
MALANG, iNewsMalang.id - Kenaikan harga BBM non-subsidi mulai berdampak pada pekerja di Kota Malang. Sejumlah pengguna Pertamax kini mempertimbangkan mengubah pola konsumsi bahan bakar untuk menekan pengeluaran bulanan yang terus bertambah.
Salah satunya dirasakan Heny Setriyanungtiyas. Pekerja swasta di Kota Malang itu mengaku terkejut saat mengetahui harga BBM non-subsidi naik. Sebab, menurut dia, informasi terkait kenaikan harga tersebut tidak banyak terdengar sebelumnya.
“Saya cukup kaget saat tahu harga BBM non-subsidi naik. Sebab, sebelumnya tidak ada informasi yang saya dengar soal kenaikan itu,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Selama ini Heny menggunakan Pertamax untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Pilihan itu diambil karena dinilai lebih praktis dan menghemat waktu saat mengisi bahan bakar di SPBU.
Sebagai pekerja yang harus tiba di kantor sebelum pukul 08.00 WIB, dia mengaku tidak ingin menghabiskan banyak waktu mengantre.
“Saya memilih Pertamax karena tidak perlu antre lama di SPBU. Waktu juga penting bagi saya,” katanya.
Namun, kenaikan harga Pertamax membuatnya mulai menyusun ulang pos pengeluaran. Dia mempertimbangkan menggunakan Pertalite pada kesempatan tertentu agar biaya transportasi tidak semakin membebani keuangan bulanan.
“Karena harganya naik, saya mungkin akan menyesuaikan penggunaan BBM dan sesekali beralih ke Pertalite,” ucapnya.
Menurut Heny, kenaikan harga BBM datang pada saat yang kurang ideal. Sebab, sejumlah kebutuhan lain juga mengalami kenaikan sehingga ruang belanja rumah tangga semakin terbatas.
Kondisi tersebut membuatnya harus lebih selektif mengatur pengeluaran agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi.
“Bukan hanya BBM yang naik, kebutuhan lain juga ikut naik. Jadi, saya harus lebih cermat mengatur pengeluaran,” tuturnya.
Untuk perjalanan kerja dengan jarak sekitar 10 kilometer, Heny menghabiskan sekitar tiga liter BBM setiap pekan. Dengan harga BBM non-subsidi yang lebih tinggi, biaya transportasi bulanannya diperkirakan ikut bertambah.
Editor : Ryan Haryanto