Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Bromo Diwaspadai Merembet ke Malang, Personel Disiagakan di Jemplang
Advertisement . Scroll to see content

Safrizal ZA: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fondasi Eliminasi TBC di Indonesia

Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:19 WIB
  • author SM Said
Safrizal ZA: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fondasi Eliminasi TBC di Indonesia
Safrizal ZA menegaskan eliminasi TBC membutuhkan kepemimpinan kepala daerah, kolaborasi lintas sektor, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Foto Ist

MALANG, iNewsMalang.id – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia membutuhkan kepemimpinan kepala daerah yang kuat serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Safrizal, TBC tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga isu pembangunan yang memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dalam Penanggulangan Tuberkulosis yang dirangkaikan dengan Rakorpusda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Berkelanjutan di Malang, Kamis (30/7).

Sebelum rapat berlangsung, Safrizal bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta jajaran kementerian dan pemerintah daerah meninjau Puskesmas Cisadea, Kota Malang.

Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung implementasi penanganan TBC di Kota Malang yang dinilai berhasil melalui inovasi penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, hingga penguatan jejaring layanan kesehatan. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Rapat koordinasi turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sekretariat Negara, pemerintah daerah, serta camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, PKK, Posyandu, dan kader TBC dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Safrizal mengajak pemerintah daerah mempelajari pengalaman sejumlah negara yang berhasil menekan angka TBC. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga didukung kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang baik, inovasi, pembiayaan memadai, dan sinergi lintas sektor.

Ia mencontohkan Kuwait dan Arab Saudi yang memperkuat pencegahan melalui pengelolaan mobilitas penduduk, Tiongkok dan Myanmar dengan penemuan kasus berbasis komunitas, Ethiopia melalui penguatan layanan kesehatan primer hingga desa, serta Taiwan dan Qatar yang memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan. Sementara India, Brasil, dan Afrika Selatan mengintegrasikan perlindungan sosial dengan inovasi medis dalam pengendalian TBC.

Safrizal juga mengingatkan keberhasilan Indonesia menangani pandemi COVID-19 sebagai bukti pentingnya kepemimpinan yang solid, koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta partisipasi masyarakat.

"Pengalaman penanganan COVID-19 membuktikan bahwa ketika seluruh unsur pemerintah bergerak dalam satu komando, didukung kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, tantangan sebesar apa pun dapat dihadapi bersama. Semangat kolaborasi yang sama harus kita hadirkan dalam percepatan penanggulangan TBC," ujar Safrizal.

Di akhir sambutannya, Safrizal meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota memimpin langsung percepatan penanggulangan TBC di daerah masing-masing.

"Saya minta agar para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota memimpin langsung kolaborasi lintas sektor ini di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah harus memastikan terbentuk dan berfungsinya Wadah Kemitraan Penanggulangan TBC atau Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TBC) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Safrizal optimistis target eliminasi TBC nasional dapat tercapai lebih cepat dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan komunitas.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut