Harga Beras Premium Tembus Rp16.500 per Kg, Bulog Malang Gelontorkan 500 Ton
MALANG, iNewsMalang.id - Harga beras premium di Kota Malang masih bertahan di atas harga eceran tertinggi (HET). Bulog Cabang Malang pun menggelontorkan sekitar 500 ton beras premium ke pasar untuk menambah pasokan sekaligus menekan harga.
Penyaluran dilakukan bertahap hingga Desember 2026. Beras tersebut akan masuk ke pasar tradisional hingga jaringan ritel modern di wilayah kerja Bulog Malang.
Pemimpin Bulog Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rachman mengatakan, salah satu penyaluran dilakukan di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 10 ton beras premium didistribusikan ke pasar tersebut.
“Dropping beras premium dilakukan untuk meredam kenaikan beras medium yang saat ini mencapai rerata Rp16.600/kg, sedangkan HET beras premium yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.900/kg,” ujar Nurjuliansyah.
Bulog memasok beras premium ke pasar dengan harga Rp14.800 per kilogram. Harga tersebut sudah termasuk biaya pengiriman sehingga pedagang tidak perlu menanggung ongkos angkut.
Nurjuliansyah berharap tambahan pasokan bisa menarik harga beras di pasaran mendekati HET Rp14.900 per kilogram dan mencegah kenaikan lebih lanjut.
Menurutnya, kenaikan harga saat ini salah satunya dipengaruhi berkurangnya pasokan karena belum memasuki musim panen. Panen yang berlangsung saat ini juga belum dalam skala besar.
Pasokan diperkirakan mulai bertambah pada Januari 2027 setelah memasuki masa panen dari musim tanam Oktober 2026.
“Mudah-mudahan Oktober sudah turun hujan sehingga petani bisa menanam padi,” katanya.
Harga beras premium di tingkat pedagang saat ini memang sudah jauh di atas HET. Agus Sofi, pedagang sembako Sinar Jaya di Pasar Bunulrejo, menyebut harga beras premium mencapai Rp16.500 per kilogram.
Sementara harga dari distributor sudah berada di kisaran Rp16.300 per kilogram. Kenaikan itu terjadi sekitar satu bulan terakhir. Sebelumnya, harga masih berkisar Rp16.000 per kilogram.
Pemilik toko sembako Livina, Supriyono, menyambut tambahan pasokan beras premium dari Bulog. Pasokan dengan harga lebih rendah diharapkan membantu pedagang menjual beras dengan harga lebih terjangkau.
Di sisi lain, polisi belum menemukan indikasi kenaikan harga dipicu praktik penimbunan. Kanit III Tipiter Polresta Malang Kota Ipda Henni Budi Cahyono mengatakan belum ada laporan mengenai dugaan permainan pedagang besar.
“Belum ada laporan. Kalau ada informasi, tolong disampaikan ke kami untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Dia menyebut tingginya harga jual di tingkat pedagang juga berkaitan dengan harga pembelian dari distributor yang sudah tinggi.
Selain beras premium, Bulog Malang terus menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga saat ini realisasinya mencapai 10.240 ton dan ditargetkan menjadi 11.800 ton sampai akhir 2026.
Penyerapan terbesar berada di Malang Raya dan Pasuruan. Kota Malang tercatat menyerap sekitar 3.800 ton beras SPHP, disusul Kabupaten Malang sebanyak 2.800 ton.
Bulog Malang saat ini juga menguasai stok sekitar 86.000 ton beras. Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan dengan kebutuhan operasional sekitar 6.000 ton per bulan.
Sebagian stok akan digunakan untuk program Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 yang diperkirakan membutuhkan sekitar 18.000 ton beras.
Editor: Ryan Haryanto