Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Penutupan Jalan Alternatif Batu-Malang di Torongrejo Berlaku 18–19 Mei, Arus Dialihkan
Advertisement . Scroll to see content

Feraco Hadirkan KTNA Agro Expo 2026 sebagai Platform Interaksi Agribisnis Nasional

Sabtu, 19 September 2026 | 17:32 WIB
  • author Tim iNews
Feraco Hadirkan KTNA Agro Expo 2026 sebagai Platform Interaksi Agribisnis Nasional
KTNA Agro Expo 2026 di Kota Batu mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, UMKM, dan lembaga riset untuk memperkuat kolaborasi agribisnis. Foto iNews

BATU, iNewsMalang.id — PT Fery Agung Corindotama (Feraco) menghadirkan KTNA Agro Expo 2026 sebagai platform interaksi dan kolaborasi agribisnis yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, serta pelaku industri pendukung. Diselenggarakan bersamaan dengan Rembug Paripurna KTNA Nasional pada 18–21 September 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengenalan inovasi, dan pengembangan jejaring agribisnis.

Sebagai penyelenggara, Feraco mengintegrasikan pengelolaan area pameran, ruang presentasi, komunikasi visual, dan elemen branding untuk mendukung visibilitas peserta serta mitra. KTNA Agro Expo 2026 menghadirkan 40 booth, terdiri atas 30 booth perusahaan dan 10 booth UMKM, dengan target sekitar 5.000 pengunjung di luar delegasi KTNA.

Feraco Bangun Pengalaman Event yang Mempertemukan Ekosistem Agribisnis
Sebagai penyelenggara, Feraco menerjemahkan kebutuhan kegiatan ke dalam rancangan area pameran, ruang presentasi, komunikasi visual, serta elemen branding yang mendukung penyampaian pesan dan identitas acara.

Direktur Feraco Ruslim mengatakan, penyelenggaraan KTNA Agro Expo 2026 diarahkan untuk menghadirkan pengalaman event yang memberi ruang bagi berbagai pihak dalam ekosistem agribisnis untuk saling bertemu dan berbagi.

“Bagi kami, penyelenggaraan event bukan hanya tentang bagaimana acara berjalan dengan baik secara teknis, tetapi juga bagaimana pesan dan identitas acara dapat tersampaikan kepada pengunjung. Kami berupaya membangun pengalaman yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, pelaku usaha, teknologi, dan lembaga keuangan, sekaligus memberi ruang bagi produk dan inovasi agribisnis Indonesia untuk tampil,” ujar Ruslim.

Melalui pendekatan tersebut, KTNA Agro Expo diharapkan dapat menjadi ruang yang mendorong interaksi antarpeserta dan membuka peluang kolaborasi yang dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir.

Sekjen Kementan Tekankan Kerja Bersama Memperkuat Pertanian
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M.Sc., menyampaikan salam dan apresiasi Menteri Pertanian atas penyelenggaraan Rembug Paripurna KTNA Nasional dan KTNA Agro Expo 2026.

Suwandi menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani untuk memperkuat pembangunan pertanian. Upaya peningkatan produksi perlu didukung oleh penguatan kapasitas pelaku pertanian, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan yang menjawab kebutuhan di lapangan.

Ia juga menyoroti pentingnya akses terhadap pasar dan pembiayaan, termasuk dukungan bagi petani agar hasil produksi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik.

Peran KTNA sebagai wadah komunikasi dan penyampaian aspirasi petani menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengalaman di lapangan dengan program dan kebijakan pembangunan pertanian.

Wali Kota Batu: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani
Wali Kota Batu Nurochman menyebut Rembug Paripurna KTNA sebagai momentum untuk mempertemukan pengalaman dan pemikiran petani dari berbagai daerah dalam menentukan arah pertanian Indonesia. Menurutnya, forum tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda organisasi.

“Ketika kita berbicara tentang swasembada pangan, kita juga harus bertanya apakah petani sudah sejahtera, apakah lahannya tetap terjaga, apakah generasi muda mau meneruskan pertanian, dan apakah hasil pertanian memiliki pasar yang memberikan nilai layak bagi mereka,” ujar Nurochman.

Ia menilai keberhasilan sektor pertanian tidak dapat diukur hanya dari hasil produksi. Petani juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari perubahan cuaca, ancaman gagal panen, biaya produksi, perubahan harga, hingga ketidakpastian pasar.

Nurochman mengungkapkan bahwa Kota Batu juga menghadapi tantangan pertanian, termasuk perubahan iklim, tanaman yang menua, tekanan terhadap lahan, kualitas tanah, serta regenerasi petani. Pemerintah Kota Batu mendorong pendekatan pertanian yang lebih adaptif melalui program Smart and Integrated Farming.

“Teknologi harus kita manfaatkan bukan untuk menjauhkan petani dari pertanian, tetapi justru membantu mereka bekerja lebih efektif, meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, dan mengambil keputusan dengan lebih baik,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi agar keberlanjutan pertanian tidak hanya bergantung pada petani yang saat ini telah berusia senior.

“Pertanian kita harus tetap berakar pada pengalaman petani, tetapi pada saat yang sama berani menggunakan pengetahuan dan teknologi baru. Ketahanan pangan sesungguhnya juga berkaitan dengan regenerasi petani yang harus menjadi komitmen bersama,” ujar Nurochman.

KTNA Bahas Kepemimpinan dan Program Kerja 2026–2031
Ketua Umum KTNA Nasional periode berjalan, Muhammad Yadi Sofyan Noor, mengatakan penguatan peran petani dan nelayan perlu berjalan seiring dengan penguatan organisasi sebagai wadah komunikasi, pembelajaran, dan kolaborasi antarpelaku agribisnis.

“KTNA harus mampu menjawab tantangan zaman dengan memastikan petani dan nelayan tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai perubahan. Rembug Paripurna menjadi momentum untuk menyatukan pandangan dan merumuskan langkah organisasi ke depan. Kami ingin KTNA semakin 
kuat sebagai wadah yang menyuarakan kepentingan petani dan nelayan,” kata Yadi.

Agenda utama Rembug Paripurna berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Peserta membahas pengesahan agenda dan kuorum, tata tertib, serta musyawarah tiga komisi, yakni Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.

Forum dilanjutkan dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, proses demisioner, serta seleksi bakal calon Ketua Umum KTNA Nasional. Agenda puncak mencakup pemilihan dan penetapan Ketua Umum KTNA Nasional periode 2026–2031, pembentukan tim formatur, dan penyusunan kepengurusan baru.

KTNA Agro Expo Hadirkan Perusahaan dan UMKM
KTNA Agro Expo 2026 menghadirkan peserta dari berbagai bidang agribisnis. Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT Triangle Motorindo, PT Raja Ampat Indotim, PT Saprotan Utama Nusantara, PT Syngenta Indonesia, PT Delta Giri Wacana, PT Karya Delitama Prima Persada, PT Yanmar Diesel Indonesia, CV Phonna Raya Machinery, dan CropLife Indonesia.

Dari unsur BUMN, turut berpartisipasi Perum Bulog dan Pupuk Indonesia. Pameran juga menghadirkan UMKM dan mitra KTNA, sehingga produk serta potensi usaha dari berbagai daerah dapat diperkenalkan kepada pengunjung.

Materi pameran mencakup produk olahan pertanian, perikanan dan kehutanan, sarana produksi seperti benih, pupuk dan pakan, alat dan mesin pertanian, hasil riset, teknologi tepat guna, hingga jasa keuangan bagi pelaku agribisnis.

Rangkaian kegiatan juga diisi talk show, demonstrasi dan presentasi produk maupun teknologi, perlombaan, pagelaran seni budaya, serta Festival Pangan Lokal.

Panitia Ajak Anggota KTNA Aktif Berpartisipasi
Ketua Panitia Pelaksana KTNA, Otong Wiranata, mengatakan keberhasilan Rembug Paripurna dan Agro Expo membutuhkan keterlibatan anggota KTNA dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kami mengajak seluruh anggota KTNA untuk bersama-sama menyukseskan Rembug Paripurna dan KTNA Agro Expo 2026. Kami berharap peserta aktif dalam musyawarah dan memanfaatkan kegiatan ini untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman. Dari Kota Batu, kami berharap lahir semangat baru untuk memperkuat KTNA dan sektor agribisnis Indonesia,” ujarnya.

Dari Kota Batu untuk Kolaborasi Agribisnis Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan berlanjut hingga Senin, 21 September 2026. Agenda hari terakhir meliputi pengumuman hasil penilaian Tim Agro Expo, sambutan Ketua Umum KTNA Nasional, serta sambutan Wali Kota Batu Nurochman selaku tuan rumah sekaligus penutupan Rembug Paripurna dan KTNA Agro Expo 2026.

Melalui penyelenggaraan KTNA Agro Expo 2026, Feraco berharap ruang interaksi yang terbangun selama kegiatan dapat mendukung pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi di sektor agribisnis.

Sementara itu, hasil Rembug Paripurna diharapkan menghasilkan arah organisasi dan rekomendasi konkret yang memperkuat peran petani dan nelayan, mendorong regenerasi, serta mendukung pertanian yang produktif dan berkelanjutan. 

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut