Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Desil Dinilai Tak Sesuai, Ribuan Warga Kota Malang Ajukan Sanggahan
Advertisement . Scroll to see content

600 Warga Kota Malang Rentan Masalah Kesehatan Mental, Dinsos Lakukan Asesmen

Senin, 21 September 2026 | 20:32 WIB
  • author Taufik Hidayat
600 Warga Kota Malang Rentan Masalah Kesehatan Mental, Dinsos Lakukan Asesmen
Ilustrasi. (Foto: iNews Malang/AI)

MALANG, iNewsMalang.id - Sekitar 1.600 warga Kota Malang masuk dalam pendataan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) karena terindikasi rentan mengalami masalah kesehatan mental.

Ribuan warga tersebut telah mendapatkan asesmen. Penanganannya berbeda-beda, bergantung kondisi masing-masing hingga dukungan keluarga.

“Itu kurang lebih ada 1.600 yang menjadi perhatian dan sudah kami data,” kata Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang Syailendra, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, warga yang masuk pendataan juga mendapat pendampingan, termasuk melalui tenaga psikolog. Namun, belum dirinci berapa yang masuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar maupun masih tinggal bersama keluarga.

Hasil asesmen menjadi dasar menentukan langkah selanjutnya. Untuk kebutuhan pelayanan medis, Dinsos berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Malang.

“Kami data, terus kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan. Masyarakat juga bisa langsung mendatangi puskesmas tanpa harus lebih dahulu tercatat di Dinsos.

Sementara penanganan berbeda diterapkan terhadap ODGJ terlantar. Dinsos memfasilitasi kebutuhan pendampingan hingga psikolog.

“Kalau yang ODGJ terlantar, itu kami tangani di Dinsos,” katanya.

Sedangkan warga yang masih memiliki keluarga akan melibatkan keluarga dalam proses penanganannya. Untuk kebutuhan pengobatan, mereka dapat mengakses layanan di puskesmas.

Penanganan juga melibatkan petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat kelurahan. Masyarakat yang menemukan warga membutuhkan penanganan dapat melapor melalui kelurahan maupun langsung ke Dinsos.

“Pengaduan boleh melalui kelurahan, boleh langsung ke Dinsos,” ucap Syailendra.

Petugas kemudian turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Kondisi warga, keluarga hingga lingkungan sekitar ikut diperiksa sebelum menentukan bentuk penanganan.

Menurut Syailendra, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada individu. Keluarga dan masyarakat juga perlu memahami cara memperlakukan warga yang mengalami gangguan kesehatan mental.

“Untuk pulih itu kan tidak hanya dari dirinya sendiri yang kita obati, tapi lingkungannya kita pahamkan,” katanya.

Pendekatan tersebut salah satunya diterapkan melalui program Rumah Pijar. Program ini bukan berupa bangunan atau rumah khusus, melainkan gerakan yang melibatkan keluarga dan masyarakat dalam proses pemulihan.

Dinsos juga menemukan sejumlah persoalan yang kerap menyertai masalah kesehatan mental warga.

“Biasanya depresi, masalah keluarga, ekonomi. Kebanyakan seperti itu,” ujarnya.

Di sisi lain, Syailendra memastikan saat ini tidak ditemukan lagi kasus pemasungan terhadap ODGJ di Kota Malang.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut