Kota Malang Punya Batik Sekar Jagad Pancawarna, Motifnya Terinspirasi Peta Lima Kecamatan
Menurut dia, penggunaan lima warna mewakili lima kecamatan di Kota Malang. Konsep tersebut membuat selembar batik tak hanya menjadi produk fesyen, tetapi juga membawa cerita tentang daerah asalnya.
“Dengan melihat batik, kita bisa bercerita. Kita bisa melihat suatu rangkaian cerita yang melambangkan Kota Malang,” ujarnya.
Sekar Jagad Pancawarna menambah deretan motif batik yang mengangkat kekhasan Kota Malang. Sebelumnya, perajin lokal telah mengeksplorasi berbagai ikon daerah, mulai topeng, rebesi, Tugu Malang, hingga biji kopi.
Wahyu menilai inovasi diperlukan agar batik tetap dekat dengan perkembangan zaman, terutama generasi muda. Namun, kreativitas tersebut tidak boleh meninggalkan filosofi dan tradisi yang menjadi akar batik.
Pemkot Malang juga ingin batik berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Karena itu, pelaku UMKM batik diarahkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kualitas, desain, pemasaran, hingga digitalisasi.
Perluasan akses pasar juga menjadi perhatian. Harapannya, perajin batik lokal mampu menjangkau konsumen lebih luas dan memiliki daya saing.
Editor: Ryan Haryanto