Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kota Malang Siapkan Pengiriman 500 Ton Sampah per Hari ke PSEL Bululawang
Advertisement . Scroll to see content

Khofifah Ajak Santri Sedekah Oksigen, Tanam 1.000 Pohon di Ponpes An-Nur 2 Malang

Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:20 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
Khofifah Ajak Santri Sedekah Oksigen, Tanam 1.000 Pohon di Ponpes An-Nur 2 Malang
Gubernur Jatim Khofifah menanam pohon bersama santri PPSN VI di Kabupaten Malang. (Foto: iNews Malang /Humas Pemprov)

MALANG, iNewsMalang.id - Ribuan santri Pramuka tak hanya berkumpul untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026. Mereka juga diajak meninggalkan jejak hijau di Kabupaten Malang.

Bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para santri menanam 1.000 pohon di Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026).

Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian santri terhadap lingkungan. Sekaligus menambah tutupan hijau dan cadangan karbon.

Khofifah menyebut menanam pohon sebagai cara sederhana untuk memberikan manfaat bagi lingkungan. Ia mengistilahkannya sebagai “sedekah oksigen”.

“Kalau saya lebih menyebut menanam ini, intinya kita sedang sedekah oksigen. Jadi cinta lingkungan salah satunya dengan menanam,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, manfaat pohon tak berhenti pada menghasilkan oksigen. Pohon juga berperan menyerap karbon dioksida dan menyimpan karbon dalam biomassa.

Karena itu, penanaman pohon menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Total ada 1.000 bibit pohon yang ditanam. Rinciannya, 300 pohon mangga, 300 pohon pule, 300 pohon tabebuya, serta 100 pohon maja.

Pemilihan jenis pohon dan titik penanaman sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur.

Gerakan penghijauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan melalui program Jatim Lestari.

Khofifah berharap penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Bibit yang sudah ditanam harus dirawat agar tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pesan itu sekaligus ditanamkan kepada para santri peserta PPSN VI. Mereka diharapkan ikut memiliki kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

“Pohonnya kita tanam sekarang, yang menikmati nanti bukan hanya kita, tetapi juga generasi berikutnya. Ini yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak santri,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan. Lingkungan pesantren juga dapat menjadi tempat membangun kebiasaan menjaga kelestarian alam di kalangan generasi muda.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut