Kisah Arifany Nur Safitri, Gagal Jadi Pramugari Kini Moncer sebagai MC
MALANG, iNewsMalang.id - Arifany Nur Safitri sempat diterima di sekolah profesi pramugari Pratiwi Sky sebelum lulus SMK. Namun, keinginan menjadi awak kabin itu urung terwujud karena tidak mendapat restu orang tua. Kini, perempuan asal Kota Probolinggo tersebut justru meniti karier sebagai master of ceremony (MC) profesional yang terbiasa membawakan berbagai jenis acara.
Perempuan yang akrab disapa Fani itu mampu memandu acara formal hingga konser musik. Pengalamannya membawakan forum pemerintahan, gala dinner bersama pejabat negara, hingga panggung hiburan membuatnya terbiasa menghadapi beragam karakter acara.
“Dulu sebelum lulus SMK sudah diterima di sekolah pramugari. Tapi karena tidak dapat restu orang tua, akhirnya tidak diambil,” kenang Fani.
Warga Wonoasih, Kota Probolinggo, itu mengaku mulai mengenal dunia panggung sejak masih bersekolah. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan dirinya di depan publik.

Bakat Fani di dunia publik mulai terasah saat bersekolah di SMPN 4 Kota Probolinggo. Kemampuannya terus berkembang ketika menempuh pendidikan di SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika.
Pada 2015–2016, Fani tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Probolinggo. Ia juga meraih gelar Putri Kesehatan Favorit 2016 dalam ajang Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang digelar RSUD dr. Moh. Saleh.
Sebelumnya, Fani pernah mengikuti ajang Duta Kesehatan dan meraih Juara Harapan I pada 2014–2015. Pada 2016, ia juga mendapat penghargaan Remaja Aktif dari Puskesmas Jati.
Selain aktif di kegiatan tersebut, Fani sempat menekuni dunia modelling bersama Cakep Management, yang kini dikenal sebagai RAMS.
“Awalnya coba-coba, memberanikan diri terjun ke dunia entertainment. Ternyata keterusan sampai sekarang jadi hobi yang dibayar,” ujarnya.
Pengalaman dari berbagai kegiatan itu kemudian membawanya menekuni profesi MC secara lebih serius.
Karier Fani sebagai MC berkembang seiring kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan acara. Dalam forum resmi, ia terbiasa membawakan acara dengan gaya formal dan mengikuti tata protokol. Sementara di panggung hiburan, ia dituntut tampil lebih energik untuk menjaga suasana tetap hidup.
Fani pernah menjadi moderator Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Probolinggo. Ia juga berpengalaman memandu gala dinner bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang saat itu dijabat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di panggung hiburan, Fani pernah berbagi panggung dengan Kaka Slank dalam kegiatan penanaman mangrove di Alas Purwo, Banyuwangi. Ia juga menjadi MC dalam acara Pasuruan Ambyar 2024 yang menghadirkan Anji, mantan vokalis Drive.
Pengalamannya turut bertambah melalui kolaborasi dengan sejumlah praktisi hiburan, di antaranya Chandra Jamil dari JTV dan Helmi Kurniawan, pendiri Kahaf Brothers.
Menurut Fani, membawakan acara dengan bintang tamu nasional memiliki tantangan tersendiri. MC harus mampu menjaga suasana tetap menarik tanpa mengabaikan profesionalitas dan alur acara.
“Paling menantang itu kalau satu panggung sama bintang tamu nasional. Kita harus jaga vibe acara tetap asyik tapi tetap profesional,” katanya.
Di luar kesibukan sebagai MC, Fani juga terjun ke dunia usaha. Ia ikut mengelola toko material serta menjalankan usaha pembuatan kado atau gift. Selain itu, ia terlibat dalam pemasaran produk pelangsing tubuh dan bisnis camilan.
Beragam aktivitas tersebut membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan di panggung dan pengelolaan usaha.
Bagi Fani, profesi MC menjadi ruang untuk mengembangkan diri sekaligus menyalurkan minat di bidang komunikasi. Sementara bisnis membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan dan pelayanan.
“MC itu aktualisasi diri, kalau bisnis itu soal konsistensi manajemen. Dua-duanya harus jalan seimbang,” tutur perempuan kelahiran Probolinggo, 3 Oktober 1998, itu.
Untuk keseharian, Fani mengaku lebih nyaman mengenakan busana kasual. Ia juga menyempatkan diri berolahraga ringan di sela aktivitasnya.
Ke depan, Fani berharap Kota Probolinggo terus berkembang dengan semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan melahirkan gagasan baru.
“Semoga Probolinggo makin rukun dan makin banyak inovasi untuk mengatasi tantangan kota ke depan,” ucapnya.
Sepanjang kariernya, Arifany Nur Safitri atau Faniy telah memandu lebih dari 160 kegiatan dari berbagai sektor. Pengalamannya mencakup acara pemerintahan, perusahaan, hiburan, olahraga, pendidikan, budaya, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Di sektor pemerintahan, ia pernah menjadi MC Musrenbang RKPD Kabupaten Probolinggo, peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo, Deklarasi Kampanye Damai Pilkada, Kirab Maskot Pilkada Serentak, hingga pelantikan pengurus DPD Partai NasDem Kota Probolinggo.
Pengalamannya di dunia korporasi juga beragam. Faniy pernah memandu acara PT HM Sampoerna Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Pertamina Gas OEJA, Bank Jatim, Telkomsel, Unilever, PT Syngenta Indonesia, hingga kegiatan Mitsubishi dan Honda.
Di panggung hiburan, ia terlibat dalam berbagai festival musik dan budaya, seperti Pasuruan Ambyar, Probolinggo Night Culture Festival, Festival Rawat Budaya Pendalungan, Rengganis Carnival 7 Lakes Festival, Semipro, serta Ketapang Night Culture Festival 2026.
Faniy juga berpengalaman memandu kegiatan olahraga dan komunitas, mulai dari Bondowoso Night Run, Water Run 2025, parade Vario 160, Honda PCX Day, hingga Festival Dayung Perahu Naga 2026.
Sementara itu, untuk acara sosial dan pendidikan, ia pernah memandu Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Gebyar Pendidikan Inklusif, Gebyar PAUD, Hari Guru Nasional, serta berbagai kegiatan sekolah dan pemberangkatan kontingen perlombaan.
Pengalaman lainnya meliputi acara pernikahan, akad nikah massal, gathering, peluncuran produk, penghargaan, seminar, pelatihan, hingga kegiatan keagamaan seperti Safari Ramadan dan halal bihalal.
Ragam pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Faniy dalam mengembangkan kemampuan sebagai MC lintas genre, baik untuk acara formal maupun hiburan.
Editor: Ryan Haryanto