Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sempat Unggul Cepat, Arema FC Tumbang 1-3 di Kandang Garudayaksa FC
Advertisement . Scroll to see content

Unggul Penguasaan Bola, Arema FC Malah Keok 1-3 dari Garudayaksa FC, Ini 5 Biang Keroknya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:14 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
Unggul Penguasaan Bola, Arema FC Malah Keok 1-3 dari Garudayaksa FC, Ini 5 Biang Keroknya
Pemain Arema FC berebut bola dengan pemain Garudayaksa FC dalam laga Super League 2026-2027. (Foto: iNews Malang/@aremafcofficial)

MALANG, iNewsMalang.id - Lebih banyak menguasai bola ternyata bukan jaminan menang. Arema FC merasakannya saat menghadapi Garudayaksa FC pada pekan kelima Super League 2026–2027.

Singo Edan pulang tanpa poin setelah tumbang 1-3 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026).

Padahal, Arema FC sempat berada di atas angin. Laga baru berjalan lima menit, Matheus da Conceição Nascimento sudah membawa Singo Edan unggul. Namun, keunggulan itu tak bertahan hingga turun minum.

Garudayaksa FC membalikkan keadaan hanya dalam dua menit. Brian Alejandro Rubio Rodriguez menyamakan kedudukan pada menit ke-34. Dua menit berselang, Jayro Hestefano Jean membuat tuan rumah berbalik unggul 2-1.

Petaka Arema berlanjut pada babak kedua. M. Sihran H Amarullah mencetak gol pada menit ke-63. Disusul Carlos Iury Bezerra da Silva tujuh menit kemudian.

Catatan gol tersebut sebenarnya menunjukkan skor 4-1, bukan 3-1 seperti hasil akhir yang disebutkan. Karena itu, jumlah pencetak gol masih perlu dicocokkan dengan laporan resmi pertandingan.

Terlepas dari ketidaksesuaian tersebut, statistik memperlihatkan persoalan yang harus dibenahi Arema FC. Singo Edan unggul penguasaan bola hingga 53 persen. Mereka juga membukukan 469 umpan sukses dan tujuh tendangan sudut.

Namun, dominasi itu tak banyak membantu. Dari 11 percobaan, hanya lima tembakan Arema yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Garudayaksa FC mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran dari 13 percobaan.

Ada lima catatan yang menjadi pekerjaan rumah Singo Edan setelah laga tersebut.

Unggul Cepat, Lengah di Belakang

Gol cepat Matheus semestinya menjadi modal berharga. Sayangnya, Arema FC gagal menjaga keunggulan.

Dua gol Garudayaksa FC dalam rentang menit ke-34 hingga ke-36 menjadi bukti rapuhnya pertahanan Singo Edan. Hanya butuh dua menit bagi tuan rumah untuk membalikkan keadaan.

Konsentrasi dan organisasi pertahanan menjadi pekerjaan rumah. Terutama ketika lawan meningkatkan tekanan.

Antisipasi Bola Mati Jadi Sorotan

Koordinasi lini belakang Arema FC juga perlu dievaluasi. Terutama saat menghadapi situasi bola mati.

Penjagaan pemain, komunikasi, hingga antisipasi bola kedua harus berjalan lebih disiplin. Sedikit kelengahan bisa membuka peluang bagi lawan.

Namun, tanpa rekaman detail proses gol, situasi bola mati belum bisa dipastikan sebagai penyebab langsung kebobolan.

Banyak Menyerang, Minim Ancaman

Persoalan lain muncul di lini depan. Arema FC melepaskan 11 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, hanya lima yang tepat sasaran.

Garudayaksa FC jauh lebih mengancam. Dari 13 percobaan, delapan di antaranya mengarah ke gawang.

Artinya, sekitar 61,5 persen tembakan tuan rumah tepat sasaran. Sedangkan Arema hanya 45,5 persen.

Selisih itu memperlihatkan serangan Garudayaksa lebih terarah. Singo Edan masih harus memperbaiki akurasi dan penyelesaian akhir.

Asyik Mengejar Gol, Pertahanan Terbuka

Tertinggal pada babak pertama membuat Arema FC harus meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya mengejar gol belum membuahkan hasil.

Justru Garudayaksa FC kembali mencetak gol pada menit ke-63 dan ke-70.

Kondisi tersebut menjadi catatan bagi keseimbangan permainan Singo Edan. Keinginan menekan lawan harus dibarengi kesiapan menghadapi serangan balik.

Tanpa perlindungan memadai, lini pertahanan berisiko semakin mudah ditembus.

Dominasi Bola Tak Menghasilkan Poin

Inilah catatan paling mencolok. Arema FC menguasai 53 persen permainan, membukukan 469 umpan sukses, dan mendapatkan tujuh sepak pojok.

Namun, keunggulan statistik itu gagal diterjemahkan menjadi hasil positif.

Sebaliknya, Garudayaksa FC cukup bermain dengan 47 persen penguasaan bola untuk menciptakan lebih banyak ancaman ke gawang.

Kekalahan ini menjadi alarm bagi Singo Edan. Penguasaan bola saja tidak cukup. Arema FC membutuhkan serangan yang lebih tajam sekaligus pertahanan yang lebih solid agar tak kembali kehilangan poin.

Catatan redaksi: Sebelum diterbitkan, skor akhir dan daftar pencetak gol perlu diverifikasi. Naskah sumber menyebut kekalahan 1-3, tetapi mencantumkan empat pencetak gol Garudayaksa FC.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut