Arema FC Hajar Dewa United 4-0, Andre Caldas Enggan Klaim Kemenangan karena Pergantian Pelatih
MALANG, iNewsMalang.id - Kemenangan telak Arema FC atas Dewa United tak membuat Andre Caldas Costa besar kepala. Pelatih caretaker Singo Edan itu menolak anggapan bahwa kemenangan 4-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026), semata-mata berkat pergantian pelatih.
Andre justru menilai kepercayaan diri pemain menjadi kunci kebangkitan Arema FC. Dia mengaku tidak melakukan perubahan besar terhadap strategi tim setelah menggantikan Marcos Santos.
“Ini bukan soal siapa pelatihnya. Kami hanya perlu membuat pemain percaya pada diri sendiri dan membiarkan mereka bermain,” kata Andre seusai pertandingan.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan Arema dalam lima pertandingan sebelumnya di Super League 2026-2027.
Hasil itu juga menjadi debut manis Andre sebagai pelatih caretaker. Dia baru dipercaya memimpin Singo Edan setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos pada Jumat (23/10/2026).
Meski demikian, Andre enggan menganggap pergantian pelatih sebagai faktor utama keberhasilan timnya membungkam Dewa United.
Menurut dia, para pemain sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk menjalankan strategi. Persoalannya, mereka perlu kembali percaya diri ketika berada di lapangan.
Andre juga mengaku mengetahui kritik Aremania terhadap taktik Marcos selama menangani Arema. Namun, dia memilih fokus pada kebutuhan tim ketimbang membandingkan pendekatan kepelatihannya dengan pendahulunya.
Perubahan yang dilakukan Andre lebih banyak menyasar detail permainan. Dia menyesuaikan pendekatan tim dengan karakter serta kemampuan pemain yang tersedia.
Perubahan juga terlihat dalam susunan pemain utama. Syahrul Trisna, Hansamu Yama, dan Leo Guntara mendapat kesempatan tampil sebagai starter saat menghadapi Dewa United.
Hasilnya, Arema mampu tampil efektif. Raianderson da Costa Morais alias Careca membuka keunggulan pada menit ke-30. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Careca kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52. Gol tersebut menggandakan keunggulan Singo Edan.
Oluwasegun Samuel Otusanya memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-65. Sneyder Julian Guevara Munoz kemudian melengkapi kemenangan Arema lewat gol pada menit ke-90.
Andre menjelaskan, tim pelatih telah menyiapkan sejumlah skenario permainan sebelum pertandingan. Termasuk langkah yang harus diambil ketika Arema tertinggal ataupun berada dalam posisi imbang.
“Kami punya strategi dan tahu apa yang harus dilakukan. Kalau tertinggal atau imbang, kami sudah punya rencana,” ujarnya.
Bagi Andre, kemenangan tersebut bukan sekadar hasil perubahan di kursi pelatih. Kepercayaan diri pemain dan kemampuan menjalankan strategi menjadi faktor penting di balik keberhasilan Arema mengakhiri tren negatifnya.
Editor: Ryan Haryanto