Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menang 4-0, Hanif Sjahbandi Sebut Arema FC Tak Mudah Taklukkan RANS
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Wilayah di Kota Malang Berpotensi Krisis Air Sementara, Ini Penyebabnya

Rabu, 04 November 2026 | 20:58 WIB
  • author Taufik Hidayat
Puluhan Wilayah di Kota Malang Berpotensi Krisis Air Sementara, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. (Foto: iNews Malang/AI)

MALANG, iNewsMalang.id - Pelanggan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang diminta bersiap menghadapi gangguan distribusi air bersih. Perusahaan daerah tersebut akan mengganti pompa di 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara bertahap mulai Kamis (5/11/2026).

Pekerjaan itu berpotensi membuat tekanan air menurun. Bahkan, aliran air ke sejumlah rumah pelanggan bisa terhenti sementara selama proses penggantian pompa berlangsung.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo mengatakan, penggantian dilakukan karena sejumlah pompa telah beroperasi lebih dari 10 tahun. Perawatan sengaja dijadwalkan sebelum peralatan mengalami kerusakan.

“Kami memilih melakukan maintenance preventif sebelum terjadi kerusakan,” tegas Priyo, Rabu (4/11/2026).

Menurut dia, pemeliharaan terjadwal memungkinkan pelanggan menyiapkan kebutuhan air lebih awal. Langkah tersebut sekaligus untuk menjaga keandalan distribusi air bersih dalam jangka panjang.

“Dengan jadwal yang terencana, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan airnya. Prinsip kami, pantang pulang sebelum pelanggan tenang,” katanya.

Pengerjaan pertama menyasar Sumur Tidar 1 di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun. Penggantian pompa dijadwalkan mulai Kamis (5/11/2026) pukul 16.00 WIB dan berlanjut hingga Jumat (6/11/2026).

Setiap titik SPAM diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 29 jam. Prosesnya meliputi pengangkatan pompa lama, pemeliharaan sumur, pemasangan peralatan pengganti, hingga pengujian operasional.

Namun, selesainya pemasangan pompa belum berarti distribusi air langsung kembali normal. Petugas masih harus melakukan normalisasi jaringan perpipaan.

Salah satu tahapannya adalah flushing untuk mengeluarkan udara yang terjebak di dalam pipa. Karena itu, pemulihan aliran air ke rumah pelanggan membutuhkan waktu tambahan.

Pada tahap pertama, gangguan distribusi berpotensi menjangkau sekitar 55 titik di kawasan Tidar, Dieng, dan sekitarnya.

Di kawasan Tidar, wilayah yang masuk daftar terdampak antara lain Candi, Ranakah, Bukit Tanggul, Kwoka, Telaga Bodas, Puncak Trikora, Puncak Himawan, Esberg, Puncak Esberg, Puncak Tidar, Terminal, Raya Tidar, dan Tidar.

Selain itu, Puncak Mandala, Kendang, Ratah Tiga, Lokon, Tinombala, Kaluta, Meratus, Tambora, Kalbat, Jaya Giri, Kinabalu, Lompo Batang, Malino, Mandala Wangi, Taman Agung, Soputan, dan Bukit Barisan.

Sementara itu, kawasan Dieng dan sekitarnya meliputi Gunung Agung, Salahutu, Gamalama, Kalingkang, Latimojong, Sihabu-habu, Malenggang, Sekicau, Juwet Barat, Dieng, Sanggabuana, Burangrang, dan Gading.

Wilayah lainnya adalah Halimun, Arak-arak, Galunggung, Pisang Candi, Rajabasa, Singgalang, Sibayak, Sinabung, Leuser, Klampok Kasri, Bondowoso, serta Kasri.

Untuk mengurangi dampak gangguan, Tugu Tirta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya berkoordinasi dengan ketua RW di wilayah terdampak dan melakukan pengaturan jaringan distribusi.

Perusahaan juga menyiagakan layanan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki. Layanan tersebut diberikan secara gratis kepada pelanggan terdampak yang kehabisan persediaan air selama pengerjaan berlangsung.

Tugu Tirta mengimbau pelanggan di kawasan terdampak menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai Kamis sore. Persediaan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga selama distribusi air belum kembali normal.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut