Komunitas Kopling Bawa Gagasan Anggurpreneur, Sejalan dengan Cita-Cita Wali Kota Probolinggo
“Impor buah anggur sendiri menyumbang 40 persen dari total nilai impor keempat buah tersebut, atau bernilai lebih dari Rp7 triliun dengan volume 111.830 ton pada tahun 2022,” papar Yudi.
Empat komoditas yang dimaksud yakni anggur, apel, jeruk, dan pir. Menurut Bambang, tingginya nilai impor tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan anggur dalam negeri.

kementerian Pertanian pun menawarkan skenario pemenuhan 20 persen dari volume impor anggur tahun 2022. Jumlahnya sekitar 22.366 ton dengan kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 1.500 hektare pada 2030, itu pun sulit dicapai.
Untuk mewujudkannya, Kopling mengusulkan konsep anggur preneur yang didukung bureaucratic entrepreneur. Pemerintah diharapkan ikut berperan membangun ekosistem usaha anggur.
Konsep tersebut diarahkan untuk melahirkan wirausahawan baru di sektor pertanian. Termasuk membangun kemitraan antara pengusaha dan petani agar produksi, pasokan, serta harga anggur lebih terjaga.
Editor: Ryan Haryanto