UMKM Kota Batu Dibina Ekspor, Program 365 Up Fokus ke Standar Global

Sholihin
Ilustrasi, Pemkot Batu dorong UMKM naik kelas lewat Program 365 Up menuju pasar global. (Foto: iNews Malang/AI)

KOTA BATU, iNewsMalang.id – Pemerintah Kota atau Pemkot Batu mulai menyiapkan jalan bagi UMKM lokal untuk masuk pasar internasional. Lewat Program 365 Up, pelaku usaha mendapat pendampingan menyeluruh mulai dari legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga akses ke calon pembeli luar negeri.

Program tersebut menjadi salah satu bahasan dalam talk show yang disiarkan salah satu radio, Sabtu (6/6/2026). Pemerintah, akademisi, dan pelaku ekspor membedah peluang sekaligus tantangan UMKM Kota Batu di tengah persaingan pasar global.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Nurbianto Pujo menyebut, hambatan terbesar UMKM bukan lagi soal modal atau bahan baku. Yang paling sulit justru mengubah pola pikir pelaku usaha agar siap memenuhi standar pasar internasional.

“Tantangan terberatnya mengubah pola pikir pelaku UMKM. Dari yang semula cukup menjadi usaha rumahan, harus siap naik kelas dan memenuhi standar global,” ujarnya.

Karena itu, Program 365 Up dirancang tidak sekadar memberikan pelatihan. Pendampingan dilakukan bertahap dan berkelanjutan. Mulai pengurusan legalitas usaha, standardisasi produk, hingga penguatan manajemen keuangan.

Diskumperindag juga menyiapkan akses pemasaran yang lebih luas. Termasuk membuka peluang pertemuan langsung antara UMKM dengan buyer dari luar negeri.

“Kami juga membuka akses ke buyer luar negeri dan pasar internasional. Asal konsisten, produk UMKM Kota Batu bisa bersaing,” tegasnya.

Potensi UMKM Kota Batu dinilai cukup besar. Produk olahan pangan hingga kerajinan berkembang di berbagai wilayah. Namun, kapasitas produksi yang berkelanjutan masih menjadi tantangan utama.

Guru Besar Manajemen Universitas Merdeka Malang Prof. Dr. Boge Triatmanto menilai banyak UMKM mampu mendapatkan pesanan ekspor pada tahap awal. Persoalan muncul ketika permintaan meningkat dan harus dipenuhi secara konsisten.

“Masuk pasar global baru tahap awal. Yang lebih sulit adalah menjaga kapasitas produksi tetap stabil,” katanya.

Menurut dia, tidak sedikit pelaku usaha yang mampu mengirim pesanan pertama dalam jumlah besar. Namun saat pembeli kembali meminta volume lebih banyak dengan standar kualitas yang sama, kemampuan produksi belum siap. Akibatnya, peluang pasar yang sudah terbuka justru hilang.

Karena itu, Boge mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha tidak berhenti pada tataran wacana. Kampus dinilai perlu terlibat lebih aktif dalam pendampingan, terutama pada aspek pemasaran digital dan strategi ekspor.

Di sisi lain, pelaku ekspor asal Kota Batu Sukirno mengakui kualitas produk lokal sebenarnya cukup kompetitif. Namun, kondisi perdagangan global saat ini jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu.

“Situasinya sedang berat. Persaingan dan perubahan perdagangan digital membuat ekspor kami menurun,” katanya.

Menurut Sukirno, perkembangan perdagangan digital membuat produk dari berbagai negara semakin mudah masuk ke pasar konsumen. Kondisi itu memaksa UMKM lokal beradaptasi lebih cepat agar tidak tertinggal.

Dia berharap Program 365 Up dijalankan secara konsisten dan tidak berhenti sebagai program jangka pendek. Selain membuka pasar baru, pemerintah juga diminta memperkuat ekosistem UMKM melalui koperasi dan asosiasi usaha.

“Koperasi dan asosiasi UMKM perlu diperkuat sebagai wadah bersama. UMKM harus bersatu agar tidak kalah bersaing,” pungkasnya.

Melalui Program 365 Up, Pemkot Batu berharap semakin banyak UMKM yang mampu memenuhi standar pasar internasional. Bukan hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga sanggup menjaga kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan saat permintaan meningkat.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network