MALANG, iNewsMalang.id – Demam Piala Dunia 2026 tak hanya menyedot perhatian pencinta sepak bola. Pemerintah Kota atau Pemkot Malang melihat turnamen tersebut sebagai peluang menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, maraknya kegiatan nonton bareng (nobar) di kafe, warung, hingga ruang publik berpotensi meningkatkan omzet pelaku usaha. Ramainya pengunjung selama pertandingan berlangsung dinilai dapat memicu perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
“Kalau dari aspek ekonomi, pelaku UMKM mendapat kesempatan meningkatkan pendapatan lewat nobar,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Wahyu, Piala Dunia tidak sekadar menjadi tontonan. Ajang olahraga empat tahunan itu juga bisa dimanfaatkan sebagai momentum mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Pelaksanaan nobar di Kota Malang, lanjut dia, tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Selain berdampak pada ekonomi, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan warga dan menumbuhkan sportivitas.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
