Kenalkan Batik Malang, Siswa SMK Telkom Malang Kembangkan Game Berbasis AR

Avirista Midaada
Siswa SMK Telkom Malang ciptakan board game AR untuk mengenalkan Batik Malang ke anak. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

Aliyan mengakui, tantangan terbesar muncul saat memperkenalkan mekanisme permainan kepada anak-anak. Sebab, konsep board game tersebut belum sepopuler monopoli maupun ular tangga.

“Karena mekanisme game kami ini jarang dikenal oleh anak-anak kaya monopoli, ular tangga. Tapi memang ini jadi diferensiasi kami bahwa kami bisa mengenalkan mekanisme baru ke mereka,” ujarnya.

Ke depan, Nawasena tidak hanya berhenti pada seri Batik Malang. Tim menyiapkan pengembangan tema budaya dari berbagai daerah di Indonesia agar permainan itu menjadi media edukasi budaya berskala nasional.

“Batik Malang ini jadi seri pertama, ke depannya, tim berencana menghadirkan berbagai seri budaya dari daerah lain di Indonesia sehingga Nawasena dapat berkembang menjadi media edukasi budaya berskala nasional yang memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada generasi muda,” paparnya.

Guru pendamping Nawasena, Muhammad Arifin, menilai inovasi tersebut menjadi alternatif pembelajaran budaya yang lebih sesuai dengan karakter anak-anak. Sebelum dikembangkan, materi permainan telah melalui riset di sekolah serta divalidasi bersama perajin batik dan pelaku industri gim di Malang.

Editor : Ryan Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network