MALANG, iNewsMalang.id - Arema FC menjadi salah satu tim paling produktif di awal Super League 2026-2027. Singo Edan sudah mencetak delapan gol hanya dalam tiga pertandingan atau rata-rata 2,67 gol per laga.
Catatan itu bahkan lebih tinggi dibandingkan rasio gol Dewa United yang berada di puncak klasemen. Dewa sama-sama mengemas delapan gol, tetapi dari empat pertandingan atau rata-rata dua gol per laga.
Produktivitas tersebut belum berbanding lurus dengan posisi Arema di klasemen. Singo Edan masih tertahan di peringkat ketujuh dengan lima poin.
Arema sebenarnya mengawali kompetisi dengan meyakinkan. Mereka menang telak 4-0 atas Isenmulang dan sempat memuncaki klasemen.
Namun, tambahan poin Arema tersendat dalam dua pertandingan berikutnya. Singo Edan bermain imbang 3-3 saat menghadapi PSM, kemudian ditahan Persik Kediri 1-1.
Dua hasil imbang beruntun membuat Arema hanya menambah dua poin. Sementara Dewa United sudah mengumpulkan 10 poin dari empat pertandingan.
Jika dibandingkan dengan tim-tim papan atas lainnya, ketajaman Arema juga masih menonjol. Madura United mencetak tujuh gol dalam tiga pertandingan atau rata-rata 2,33 gol per laga.
Bali United dan Persib Bandung sama-sama mengemas enam gol dari tiga pertandingan dengan rasio dua gol per laga. Persija Jakarta baru mencetak empat gol atau rata-rata 1,33 gol per pertandingan.
Sementara Borneo FC mencatat tiga gol dari empat laga atau rata-rata 0,75 gol per pertandingan.
Catatan tersebut membuat Arema memiliki rasio gol per pertandingan tertinggi di antara tujuh tim teratas klasemen sementara.
Meski tajam di depan gawang, delapan gol baru menghasilkan lima poin bagi Singo Edan. Dua hasil imbang setelah kemenangan pada laga pembuka membuat produktivitas gol Arema FC belum sepenuhnya terkonversi menjadi kemenangan dan posisi di papan atas.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
