Selain pengolahan produk, pengembangan Malang Raya Megapolitan juga dapat bertumpu pada ekonomi hijau dan ekonomi biru. Potensi pertanian berkelanjutan, kopi robusta, serta hortikultura bisa dikembangkan bersama upaya konservasi lingkungan.
Di wilayah pesisir selatan, perikanan, pengolahan hasil laut, dan pariwisata bahari menjadi sektor yang dapat dikembangkan dengan tetap menjaga ekosistem.
Di sisi lain, keberadaan Jalan Tol Pandaan–Malang dan Jalur Lintas Selatan (JLS) membuka akses antardaerah. Namun, akses yang semakin mudah perlu diikuti kesiapan pelaku usaha lokal dalam menyediakan produk berkualitas dan menjangkau pasar.
Karena itu, pengembangan kawasan ini memerlukan kerja sama pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Tanpa keterhubungan tersebut, potensi tiap wilayah berisiko berkembang sendiri-sendiri.
Asep menilai, ukuran keberhasilan Malang Raya Megapolitan bukan hanya konektivitas antardaerah, melainkan juga sejauh mana hubungan ekonomi desa dan kota mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
