Atlet Panjat Tebing Kota Probolinggo Gugur dalam Karhutla Bromo, Ini Rekam Jejaknya di Porprov

Ryan Haryanto
Atlet panjat tebing Probolinggo Sefril Ardiansyah gugur saat membantu memadamkan api di Bromo. (Foto: iNews Malang/Istimewa)

“Saya nge-chat HP-nya Sefril jam 14.00 WIB karena wilayah itu tempat kerjanya. Tidak bisa dihubungi sampai jam 16.00 WIB, lalu kemudian ada nama Sefril di daftar korban,” kata Iwan saat di RSUD Tongas.

Iwan kemudian membantu proses identifikasi dengan menyampaikan ciri-ciri fisik anak didiknya kepada tim antemortem DVI. Salah satu penanda yang paling diingat adalah gelang Tridatu di pergelangan tangan kiri Sefril. Selain itu, ada bekas luka di bagian kaki.

Gelang tersebut terlihat dalam foto saat Sefril berkumpul bersama rekan-rekan atlet pada Jumat sebelumnya.

“Kami juga ingat bekas luka di kakinya karena anak-anak sering berenang bersama. Gelang itu jadi penanda paling jelas,” ujarnya.

Rela Melepas Beasiswa demi Bekerja

Di luar prestasinya di arena panjat tebing, Sefril dikenal sebagai pemuda tekun dan pendiam. Dia bahkan sempat meraih beasiswa melalui jalur Silver Ticket di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Editor : Ryan Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network