“Saya nge-chat HP-nya Sefril jam 14.00 WIB karena wilayah itu tempat kerjanya. Tidak bisa dihubungi sampai jam 16.00 WIB, lalu kemudian ada nama Sefril di daftar korban,” kata Iwan saat di RSUD Tongas.
Iwan kemudian membantu proses identifikasi dengan menyampaikan ciri-ciri fisik anak didiknya kepada tim antemortem DVI. Salah satu penanda yang paling diingat adalah gelang Tridatu di pergelangan tangan kiri Sefril. Selain itu, ada bekas luka di bagian kaki.
Gelang tersebut terlihat dalam foto saat Sefril berkumpul bersama rekan-rekan atlet pada Jumat sebelumnya.
“Kami juga ingat bekas luka di kakinya karena anak-anak sering berenang bersama. Gelang itu jadi penanda paling jelas,” ujarnya.
Rela Melepas Beasiswa demi Bekerja
Di luar prestasinya di arena panjat tebing, Sefril dikenal sebagai pemuda tekun dan pendiam. Dia bahkan sempat meraih beasiswa melalui jalur Silver Ticket di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
