Apalagi, angin kencang dapat membawa percikan api ke area yang dipenuhi rumput kering. Kondisi tersebut berisiko memicu karhutla baru, termasuk di kawasan Gunung Bromo.
“Bara api yang terlihat sudah mati masih bisa menyala kembali dan menyebabkan kebakaran yang lebih luas,” katanya.
Oemar meminta masyarakat tidak sembarangan membakar sampah, terutama di lahan terbuka. Warga juga harus memastikan tidak ada sisa bara setelah beraktivitas menggunakan api.
Selain pembakaran sampah, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga perlu diwaspadai. Terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Maret 2027.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
