MALANG, iNewsMalang.id - Kiprah Marcos Santos bersama Arema FC berakhir. Pelatih asal Brasil itu resmi berpisah dengan Singo Edan, Jumat (23/10/2026). Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta menjadi hasil terakhirnya setelah memimpin Arema dalam 40 pertandingan.
Manajemen Arema FC mengambil keputusan tersebut setelah mengevaluasi performa tim di Super League 2026-2027. Lima pertandingan tanpa kemenangan membuat posisi Singo Edan tertahan di peringkat ke-12 dengan enam poin.
Kekalahan dari Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026), menjadi pukulan terakhir. Hanya berselang dua hari, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih berusia 47 tahun itu.
Rapor Marcos Santos. (Foto: iNews Malang/AI)
Lantas, bagaimana sebenarnya rapor Marcos Santos selama menangani Arema FC?
Dari 40 pertandingan, Marcos mencatatkan 14 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 14 kekalahan. Artinya, persentase kemenangan dan kekalahan Arema sama-sama berada di angka 35 persen.
Dalam periode tersebut, Singo Edan mencetak 65 gol dan kebobolan 61 kali. Arema juga mengumpulkan 54 poin dari kemungkinan maksimal 120 poin.
Catatan itu menunjukkan performa Arema belum sepenuhnya stabil. Produktivitas gol cukup menjanjikan, tetapi lini pertahanan masih menjadi persoalan.
Selama ditangani Marcos, Arema mampu mencetak gol dalam 34 dari 40 pertandingan. Persentasenya mencapai 85 persen. Namun, hanya sembilan pertandingan yang berakhir tanpa kebobolan atau clean sheet.
Rapor positif Marcos Santos. (Foto: iNews Malang/AI)
Setelah pertandingan tersebut, Arema gagal menang dalam lima laga beruntun. Rentetan hasil negatif itu membuat tekanan terhadap Marcos semakin besar.
Desakan pergantian pelatih pun bermunculan di kalangan Aremania. Tagar #MarcosOut ikut mewarnai kekecewaan suporter terhadap performa tim.
Puncaknya terjadi ketika Arema dihajar Persija dengan skor 1-5 pada pekan keenam Super League 2026-2027.
Kekalahan tersebut sekaligus memperlihatkan rapuhnya pertahanan Singo Edan. Lima gol bersarang ke gawang Arema dalam satu pertandingan.
Meski demikian, bukan berarti Marcos tidak meninggalkan catatan positif.
Pelatih asal Brasil itu pernah membawa Arema melewati tujuh pertandingan tanpa kekalahan. Dalam periode tersebut, Singo Edan membukukan empat kemenangan dan tiga hasil imbang.
Rentetan positif itu menjadi salah satu pencapaian terbaik Marcos selama menangani Arema.
Rekor negatif Marcos Santos: (foto: iNews Malang/AI)
Secara keseluruhan, Arema juga berhasil mendapatkan poin dalam 26 dari 40 pertandingan. Jumlah tersebut setara dengan 65 persen dari seluruh laga yang dijalani.
Namun, statistik itu belum cukup menyelamatkan posisinya. Hanya 14 pertandingan yang berakhir dengan kemenangan, sedangkan 12 laga lainnya menghasilkan satu poin.
Kini, perjalanan Marcos bersama Arema tinggal menjadi catatan statistik. Ada 14 kemenangan yang pernah dirayakan, tetapi juga 14 kekalahan yang harus diterima.
Kekalahan 1-5 dari Persija menjadi penutup masa kerjanya. Sementara itu, Arema harus segera membenahi performa untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Super League 2026-2027.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
