Karhutla di Jatim Hanguskan 11.449 Hektare Lahan, BNPB Endus Unsur Kesengajaan

Avirista Midaada
Kepala BNPB memimpin rakor penanganan karhutla Gunung Arjuno bersama jajaran terkait di Kota Batu. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

KOTA BATU, iNewsMalang.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur sudah menghanguskan 11.449 hektare lahan sepanjang 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 184 kejadian karhutla yang tersebar di 26 kabupaten/kota hingga Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 77,05 persen kejadian berada di kawasan hutan konservasi. BNPB menduga sejumlah kebakaran dipicu unsur kesengajaan maupun kelalaian manusia.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kemunculan titik api secara bersamaan di sejumlah gunung menjadi perhatian serius. Kondisi itu dinilai tidak semata-mata dipengaruhi cuaca ekstrem.

“Selain faktor cuaca ekstrem, ditemukannya titik api yang muncul secara bersamaan di beberapa gunung mengindikasikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia,” ujar Berton usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Gunung Arjuno di Kota Batu, Jumat (23/10/2026) petang.

BNPB pun menggandeng aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan. Penindakan disiapkan terhadap pelaku pembakaran lahan yang terbukti melanggar hukum.

Langkah tersebut menyusul dampak karhutla yang tidak hanya merusak ekosistem hutan. Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan telah merenggut nyawa enam petugas dan relawan pemadam.


Rakor karhutla Gunung Arjuno di Kota Batu dihadiri BNPB, TNI, BPBD, dan sejumlah instansi terkait. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

Selain penegakan hukum, BNPB mengantisipasi ancaman bencana susulan saat musim hujan. Salah satunya dengan membersihkan material bekas kebakaran di kawasan pegunungan.

“Tadi Pak Kepala BNPB juga menginstruksikan petugas untuk membersihkan sisa material serta kayu terbakar di sepanjang aliran sungai,” kata Berton.

Pembersihan itu diperlukan agar material tidak menyumbat aliran sungai ketika curah hujan meningkat. Sebab, sumbatan berpotensi memperbesar risiko banjir dan tanah longsor.

Sementara itu, perkembangan positif datang dari kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Titik api di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo sisi Kabupaten Malang dipastikan telah padam.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto menyebut, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (22/10/2026) sore membantu memadamkan kebakaran.

“Hujan kemarin sangat berpengaruh. Sampai saat ini sudah tidak ada titik api. Kemarin kami naik ke daerah Tawangargo, juga sudah padam,” ujarnya.

Berdasarkan pemaparan BMKG dalam rapat koordinasi, hujan tersebut terjadi secara alami. Bukan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC).

Meski demikian, petugas gabungan belum menarik seluruh personel. Mereka tetap bersiaga karena hujan belum turun merata dan titik api berpotensi muncul kembali.

Purwoto memastikan kebakaran di wilayah Kabupaten Malang sejauh ini masih terbatas pada kawasan Tahura Raden Soerjo. Api belum merembet ke lahan Perhutani maupun milik warga.

“Sejauh ini baru di Tahura semua yang terbakar,” katanya.

Medan yang sulit dijangkau menjadi kendala utama pemadaman. Sejumlah titik kebakaran berada di lereng curam, termasuk kawasan perbukitan Budug Asu hingga Tawangargo.

Petugas bahkan membutuhkan waktu sekitar dua jam berjalan kaki untuk mencapai lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menyulitkan upaya pemadaman melalui jalur darat.

“Untuk menuju titik-titik api itu, perjalanan saja dua jam. Itu yang jadi berat bagi kami,” ungkap Purwoto.

BPBD Kabupaten Malang berharap hujan dapat memadamkan seluruh sisa api sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas.

Namun, kewaspadaan tetap diberlakukan. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG yang diterima BPBD, musim hujan diperkirakan baru mulai pada Desember mendatang.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network