MALANG, iNewsMalang.id - Arema FC menghadapi ujian tidak ringan saat menjamu Dewa United pada pekan ketujuh Super League 2026–2027. Tim tamu datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026), dengan rekor belum terkalahkan dalam enam pertandingan.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Singo Edan yang sedang berusaha bangkit. Terlebih, Dewa United ditangani Osmar Loss Vieira, pelatih asal Brasil yang memiliki sederet prestasi di kompetisi Asia.
Di bawah kendali Osmar, Dewa United membukukan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Dari enam pertandingan tersebut, Banten Warriors mencatat persentase kemenangan 66,67 persen tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Sebaliknya, Arema FC justru sedang dalam tren negatif. Singo Edan melewati lima pertandingan terakhir tanpa kemenangan. Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta bahkan berujung pada berakhirnya kerja sama dengan pelatih Marcos Santos.
Kini, Andre Caldas Costa dipercaya menjadi caretaker. Laga melawan Dewa United menjadi ujian awal bagi pelatih berusia 38 tahun tersebut untuk mengembalikan Arema ke jalur kemenangan.
Namun, upaya itu tidak akan mudah. Selain memiliki catatan impresif musim ini, pelatih Dewa United juga mempunyai rekam jejak kepelatihan yang cukup panjang.
Berdasarkan statistik Transfermarkt, Osmar membukukan 94 kemenangan, 37 hasil imbang, dan 66 kekalahan dari 197 pertandingan sebelum menangani Dewa United.
Persentase kemenangannya mencapai 47,72 persen. Sementara itu, hasil imbang sebesar 18,78 persen dan kekalahan 33,50 persen.
Menariknya, nama tengah Osmar justru berarti kekalahan dalam bahasa Inggris. Namun, pelatih tersebut sejauh ini mampu membawa Dewa United tampil tanpa kekalahan pada enam pertandingan awal Super League.
Berpengalaman Juara di Iran dan Thailand
Rekam jejak Osmar menjadi alasan lain bagi Arema FC untuk mewaspadai Dewa United. Pelatih asal Brasil tersebut pernah menangani sejumlah klub di negaranya sebelum melanjutkan karier ke Asia.
Di Brasil, Osmar memiliki pengalaman bersama Juventude, Red Bull Bragantino, Corinthians, Guarani, dan Vitória. Dia juga pernah menangani Corinthians U-20.
Kariernya di Asia dimulai ketika bergabung dengan Persepolis, Iran, sebagai asisten pelatih pada 2022. Osmar kemudian mendapat kesempatan menjadi pelatih kepala pada Januari 2024.
Bersama Persepolis, dia berhasil mempersembahkan gelar liga Iran musim 2023–2024. Sebelumnya, dia juga menjadi bagian dari jajaran pelatih ketika klub tersebut meraih gelar liga dan Hazfi Cup musim 2022–2023 serta Iranian Super Cup 2023–2024.
Prestasinya berlanjut saat menangani Buriram United di Thailand. Pada musim 2024–2025, klub tersebut meraih empat trofi sekaligus.
Keempatnya adalah Thai League 1, Thai FA Cup, Thai League Cup, dan ASEAN Club Championship.
Pengalaman tersebut menjadi modal Osmar saat menangani Dewa United. Hasilnya, Banten Warriors mampu menjaga konsistensi sepanjang enam pertandingan awal musim ini.
Bagi Arema FC, pertandingan di Kanjuruhan bukan sekadar perebutan tiga poin. Singo Edan juga dituntut menunjukkan perubahan permainan setelah pergantian pelatih.
Andre Caldas harus mencari cara menghentikan laju Dewa United sekaligus mengakhiri puasa kemenangan timnya.
Jika berhasil menang, Arema bukan hanya mendapatkan tiga poin penting. Singo Edan juga akan menjadi tim pertama yang mengalahkan Dewa United asuhan Osmar Loss pada Super League musim ini.
Sebaliknya, jika kembali gagal meraih kemenangan, tren negatif Arema akan semakin panjang. Sementara Dewa United berpeluang memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi tujuh pertandingan.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
