MALANG, iNewsMalang.id - Rute Trans Jatim Koridor II menuju Terminal Arjosari, Kota Malang, masih belum pasti. Pemkot Malang berupaya mencari jalan tengah setelah muncul penolakan dari sopir angkot. Padahal, masyarakat menginginkan layanan bus tersebut menjangkau terminal utama itu.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk membahas persoalan tersebut. Pemkot diminta memfasilitasi dialog dengan pengemudi angkutan konvensional.
“Mereka menginginkan (Trans Jatim Koridor II) tetap masuk ke Arjosari. Kami diminta untuk memfasilitasi,” ujar Wahyu, Selasa (27/10/2026).
Keinginan masyarakat itu menjadi pertimbangan Pemkot Malang. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan keberatan sopir angkot yang khawatir pendapatannya berkurang setelah Trans Jatim beroperasi.
Wahyu telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menemui para sopir angkot. Pertemuan tersebut untuk menampung keberatan sekaligus mencari kesepakatan terkait rute layanan bus.
“Intinya kita mencari win-win solution,” katanya.
Menurut Wahyu, solusi yang dicari harus bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan Trans Jatim tanpa mengabaikan persoalan yang dihadapi pengemudi angkutan konvensional.
Sementara itu, waktu penyelesaian persoalan tersebut semakin terbatas. Trans Jatim Koridor II dijadwalkan meluncur pada 30 Oktober 2026. Namun, titik akhir rutenya masih dalam pembahasan.
Saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi alternatif, yakni Terminal Arjosari dan kawasan Terminal Madyopuro. Pemkot Malang bersama Dishub Jatim masih membahas kemungkinan penetapan salah satu lokasi tersebut.
Wahyu berharap persoalan rute bisa segera diselesaikan sebelum peluncuran. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pengemudi angkot akan terus dilakukan, termasuk melalui pertemuan informal.
“Memang mepet waktunya, kita akan coba melakukan pembicaraan yang tidak formal,” ujarnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
