Gudang Angker Lawang BNS Batu, Ungkap Kisah Kelam Juragan Cantik Belanda

Avirista Midaada
Sosok Beatrix, juragan cantik Belanda, diperankan dalam wahana Gudang Angker Lawang BNS Batu. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

BATU, iNewsMalang.id - Kisah kekejaman seorang juragan cantik asal Belanda bernama Beatrix menjadi daya tarik wisata baru di Kota Batu. Cerita perempuan yang disebut gemar melakukan eksperimen penyiksaan itu diangkat dalam wahana Gudang Angker Lawang di kawasan Batu Night Spectacular (BNS).

Wahana yang mulai beroperasi Sabtu (31/10/2026) tersebut memadukan wisata horor dengan cerita sejarah masa kolonial. Pengunjung diajak menelusuri ruangan berisi replika alat penyiksaan hingga visualisasi korban kekejaman pada masa lalu.

Sosok Beatrix menjadi tokoh utama dalam wahana tersebut. Perempuan asal Belanda itu dikisahkan sebagai saudagar rempah-rempah kaya raya yang pernah tinggal di Batavia.

Namun, di balik kecantikan dan kekayaannya, Beatrix disebut memiliki kebiasaan melakukan eksperimen keji terhadap manusia. Sejumlah korbannya dikisahkan mengalami luka parah hingga meninggal dunia.

Pencetus Gudang Angker Lawang, Oge Artemus, mengatakan konsep wisata tersebut lahir setelah dirinya melakukan riset selama sekitar satu tahun. Dia ingin menghadirkan wahana rumah hantu yang berbeda dari kebanyakan tempat wisata horor.

“Sebetulnya ini kami riset sudah cukup lama. Saya melihat kayaknya rumah hantu di Indonesia itu gitu-gitu saja,” ujar Oge.

Menurut dia, wahana tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman menegangkan. Pengunjung juga diperkenalkan dengan cerita sejarah dan kisah misteri yang berkembang pada masa kolonial.

“Ini sebuah pengalaman di mana orang yang pengen berpetualang untuk penelusuran, itu bisa merasakan, dan ya kita bikin ini based on historical, ada sejarahnya,” katanya.


Deretan boneka menyeramkan menambah suasana horor di wahana Gudang Angker Lawang BNS Batu. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)

Dari penelusuran timnya, Oge mengaku menemukan sejumlah petunjuk mengenai perjalanan Beatrix di Indonesia. Selain Batavia, perempuan tersebut disebut pernah singgah di sejumlah daerah, termasuk Malang dan Batu.

“Ada beberapa trace yang kita temukan, titik-titik yang pernah disinggahi dan kota-kota yang pernah disinggahi sama si Beatrix itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang dikaitkan dengan perjalanan Beatrix berada di Lawang, Kabupaten Malang. Tempat tersebut, menurut Oge, kini menjadi bagian dari kawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat.

Di lokasi itulah Beatrix dikisahkan pernah melakukan penyiksaan terhadap sejumlah korban di sebuah gudang. Cerita tersebut kemudian menjadi dasar penamaan wahana Gudang Angker Lawang.

“Ternyata dia ini psikopat kali ya, suka membunuh. Intinya suka melakukan eksperimen,” kata Oge.

Dia menyebut eksperimen yang dikisahkan dilakukan Beatrix tergolong keji. Para korban disebut mengalami penyiksaan yang berujung pada luka berat hingga kematian.

Cerita tersebut kemudian divisualisasikan dalam wahana seluas sekitar 400 meter persegi. Sejumlah ruangan dirancang untuk menggambarkan suasana gudang penyiksaan dengan berbagai peralatan dan sosok korban.

“Yang di Lawang ini cikal bakalnya RSJ Lawang, jadi memang pernah singgah di situ,” ujarnya.

Oge mengatakan pemilihan BNS sebagai lokasi wahana bukan tanpa alasan. Kawasan wisata malam tersebut dinilai memiliki segmen pengunjung yang sesuai, mulai dari keluarga hingga anak muda.

“Kami kerja sama dengan BNS karena BNS menurut saya segmennya pas. Family ada, anak muda banyak, dan bukanya malam,” katanya.

Selain menghadirkan suasana mencekam, pengelola juga memamerkan sejumlah benda yang diklaim berkaitan dengan Beatrix. Di antaranya buku, surat peninggalan, serta peralatan yang dikisahkan pernah digunakan untuk melakukan penyiksaan.

“Ada beberapa buku-buku peninggalan dia, barang-barang yang memang berkaitan sama si Beatrix-nya sendiri,” ujar Oge.

Wahana tersebut juga menampilkan berbagai peralatan yang menggambarkan praktik penyiksaan pada masa Eropa klasik. Seluruhnya dikemas menjadi pengalaman wisata misteri dengan latar cerita kolonial.

Meski demikian, kisah Beatrix beserta keaslian benda-benda yang dipamerkan masih berdasarkan keterangan pengelola. Bukti sejarah independen yang mengonfirmasi cerita tersebut belum dipaparkan.

Gudang Angker Lawang berada di kompleks pasar BNS, Jalan Raya Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Lokasinya tidak jauh dari pintu keluar kawasan wisata tersebut.

Pengunjung dikenai tiket Rp25.000 pada hari kerja dan Rp30.000 saat akhir pekan. Wisatawan juga bisa masuk langsung ke wahana tanpa harus membeli tiket masuk BNS.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network