“Lomba fotografi ini menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk ikut mengabadikan, menceritakan, dan mempublikasikan kegiatan sebagai bagian dari agenda budaya Kota Probolinggo,” ujar Evariani.
Melalui lomba tersebut, dokumentasi Mango Carnival of Indonesia 2026 tidak berhenti sebagai koleksi pribadi. Hasil karya para fotografer juga menjadi sarana mengenalkan potensi mangga, kreativitas masyarakat, dan kekayaan budaya Kota Probolinggo.
Festival Mangga Libatkan Sejumlah Daerah
Mango Carnival of Indonesia 2026 sendiri berlangsung di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo. Festival hortikultura yang mengangkat komoditas mangga itu melibatkan sejumlah daerah penghasil mangga di Indonesia.
Aksi warga berebut gunungan mangga karya Nur Fitra berhasil meraih juara harapan pertama. (Foto: iNews Malang/ist)
Di antaranya Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Kediri, Bondowoso, Blora, Ngawi, Jember, hingga Banyuasin. Masing-masing daerah memamerkan varietas mangga unggulannya.
Pembukaan festival dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule dan Asisten II Sekda Provinsi Jawa Timur Dydik Rudi Prasetya. Hadir pula jajaran Forkopimda Kota Probolinggo.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
