Gawang Arema FC Sudah Kebobolan 20 Kali, Andre Caldas Pasang Badan

Ryan Haryanto
Andre Caldas siap bertanggung jawab atas rapuhnya pertahanan Arema FC di Super League. (Foto: iNews Malang/@aremafcofficial)

MALANG, iNewsMalang.id - Lini belakang Arema FC masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga pekan kesembilan Super League 2026-2027, Singo Edan tercatat sebagai tim paling banyak kebobolan. Dari sembilan pertandingan, gawang Arema sudah kebobolan 20 kali.

Catatan tersebut menjadi yang terburuk di antara 18 kontestan Super League musim ini. Terlebih, enam gol bersarang ke gawang Arema hanya dalam dua pertandingan terakhir.

Tiga gol pertama terjadi saat Arema menyerah 1-3 kepada Bali United di Stadion Kanjuruhan, Jumat (31/10/2026). Sepekan berselang, Singo Edan kembali kebobolan tiga gol ketika dihajar Madura United 0-3 di Pamekasan, Jumat (6/11/2026).

Persoalan pertahanan Arema tidak hanya terjadi saat bermain di kandang. Dari enam laga kandang, Singo Edan sudah kemasukan sembilan gol. Sementara dalam tiga pertandingan tandang, gawang mereka kebobolan 11 kali.


Pemain Arema FC berebut bola dengan Madura United saat Singo Edan takluk 0-3 di Pamekasan. (Foto: iNews Malang/@aremafcofficial)

Artinya, Arema rata-rata kebobolan 2,22 gol setiap pertandingan. Angka tersebut berbanding terbalik dengan produktivitas lini depan yang sebenarnya cukup menjanjikan.

Dalam sembilan pertandingan, Arema mampu mencetak 17 gol. Namun, produktivitas tersebut belum mampu mengimbangi rapuhnya pertahanan.

Pelatih caretaker Arema FC Andre Caldas Costa mengakui persoalan itu belum terselesaikan. Sejumlah perubahan sudah dilakukan, mulai komposisi pemain hingga sistem permainan.

Namun, hasilnya belum sesuai harapan. Arema masih kesulitan menghentikan serangan lawan, terutama dalam dua pertandingan terakhir.

“Saya pikir kita tidak bisa berhenti mencoba untuk mencari solusi,” kata Andre dikutip iNews Malang.

Pelatih asal Brasil itu menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan. Dia masih mencari komposisi terbaik agar permainan Arema lebih seimbang, baik ketika menyerang maupun bertahan.

Andre juga tidak ingin membebankan buruknya catatan pertahanan kepada pemain. Sebagai pelatih, dia mengaku bertanggung jawab atas keputusan teknis yang diambil selama pertandingan.

“Saya selalu akan mengambil tanggung jawab karena saya adalah orang yang memilih para pemain, memasang sistem, dan membuat mereka bermain bersama,” tegasnya.

Meski demikian, Andre meminta pemain lebih memahami situasi di lapangan. Terutama ketika menghadapi tekanan lawan dan mengantisipasi peluang yang berpotensi menghasilkan gol.

Menurut dia, pembenahan tidak cukup hanya dengan mengganti pemain atau mengubah formasi. Kesadaran pemain dalam menjalankan sistem permainan juga harus ditingkatkan.

“Saya pikir saya harus bekerja lagi. Kita tidak bisa berhenti bekerja,” ujarnya.

Mantan asisten pelatih Marcos Santos itu memastikan evaluasi akan terus berjalan. Sebab, persoalan lini belakang menjadi salah satu hal yang harus segera dibenahi.

Dengan 20 gol yang sudah bersarang ke gawang, Arema FC masih memegang catatan kebobolan terbanyak di Super League 2026-2027 hingga pekan kesembilan. Kondisi tersebut menjadi tantangan Andre untuk memperbaiki pertahanan Singo Edan pada pertandingan berikutnya.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network