Uforia Terlama, 21 Hari Agustusan Peringati HUT ke-77 RI di Blitar Jatim

NurHid'99
.
Senin, 29 Agustus 2022 | 10:01 WIB
Panitia Pelaksana bersama Pemdes Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, usai acara penutupan peringatan HUT ke-77 RI (Foto: Istimewa)

BLITAR, iNewsMalang.idUforia peringatan HUT RI selepas masa pandemi, menunjukkan peningkatan antusias masyarakat yang luar biasa. Tak terkecuali warga desa Kotes, kecamatan Gandusari, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Antusias kaum muda demikian dominan.

Bersama panitia pelaksana, pemerintah desa Kotes menyelenggarakan rentetan peringatan HUT ke-77 RI secara estafet hingga 21 hari. Mulai tanggal 7 hingga 28 Agustus 2022, dengan melibatkan seluruh kalangan warga desa mulai dari anak-anak hingga Lansia. Konsep acara tersebut adalah menghibur dan berprestasi.

Sasaran dari manfaat kegiatan ada dua, yaitu umum dan khusus. Sasaran umum ditujukan untuk seluruh warga desa Kotes, sedangkan sasaran khususnya untuk generasi muda Kotes.

 
Tim volly dari kaum muda desa Kotes, turut meramaikan peringatan HUT ke-77 RI (Foto: Dok/Istimewa)
 

Berikut rentetan acara dan kalangan yang terlibat:

1. Sepak bola U 12 (di bawah umur 12 tahun)

2. Bola voli putra dan putri, peserta dari semua umur untuk Pa dan Pi

3. Fashion show,  peserta Lansia dan kader PKK

4. Bermacam-macam lomba permainan anak yang bernilai hiburan dan rekreasi

5. Jalan sehat sebagai kegiatan penutup yang diikuti oleh umum

Kepala desa Kotes, Maryana, SE menyampaikan tujuan peringatan tersebut, salah satunya untuk mencari dan menumbuh kembangkan bakat serta prestasi generasi muda di desa Kotes, “Mangayu bagyo ambal warsa Hari Kemerdekaan RI ke-77, menggugah kreatifitas warga masyarakat dan meningkatkan rasa kegotong-royongan di lingkungan RT masing-masing, mencari dan menumbuh kembangkan bakat dan prestasi generasi muda, “  terangnya.

“Targetnya menjaring prestasi, khususnya generasi muda di bidang olah raga. Keterlibatan kaum muda cukup penting. Kegiatan ini terselenggara atas semangat kaum muda dan Pemerintah Desa,” Tambahnya.

Kades Maryana mengklaim, respon kaum muda sangat antusias. Hal tersebut tentu membawa dampak positif terhadap solusi masalah kenakalan remaja di desa selama kegiatan estafet ini berlangsung, “Terbukti mereka fokus pada kegiatan ini, terutama menjaga stamina tubuh guna persiapan pertandingan,” tandasnya.

Disinggung masalah dampak dana kegiatan terhadap program desa lainnya, Kades Maryana menyampaikan tidak mengganggu, “Karena desa hanya mengeluarkan anggaran sesuai dengan yang sudah tercantum dalam APBDes, kekurangan anggaran telah tercukupi oleh para donatur atas kerja keras panitia yang dipelopori oleh generasi muda-mudi desa Kotes,” tegasnya.

Konflik antar golongan sebagai kompetitor tentu tak dapat dihindari meski antar RT, namun Kades Maryana memiliki solusi humanis, “Terus menerus mengingatkan untuk menjaga sportifitas, sehingga tidak muncul konflik yang krusial,” ungkapnya.

Tak ada gading yang tak retak, demikian halnya dengan kegiatan estafet ini. Meski Ada beberapa kegiatan yang dikurangi dari rencana awal karena terlalu banyak, namun terbukti mampu memberikan uforia masyarakat desa Kotes terhadap makna Hari Kemerdekaan RI, terlebih seusai masa pandemi.

Kemaren, Minggu (28/8/2022) merupakan penutupan acara, diramaikan dengan jalan sehat bersama. Kades yang bergelar Sarjana Ekonomi ini, menyampaikan harapannya ke depan, “Harapan ke depan agar bisa lebih baik lagi dengan persiapan yang lebih matang baik dari panitia penyelenggara maupun peserta lomba,” Pungkasnya.

iNews Malang

 

Editor : Arif Handono
Bagikan Artikel Ini